Ya, bubur sumsum yang diberi nama Tajin Megasari ini menjadi salah satu resep kuliner yang patut dicoba. Tajin Megasari ini dibuat oleh Chef Michael Setiawan. Dia mengkreasikan hidangan bubur sumsum menjadi sebuah replika Kawah Ijen. Lengkap dengan blue fire-nya.
Chef Michael mengatakan, pada umumnya bubur sumsum disajikan bersama saus gula merah saja. Namun, bubur sumsum yang ia namai Tajin Megasari ini dilengkapi berbagai ornamen tambahan, yakni saus kopi arabika, tape crispy, dan sirup Blue Fire Bond Tea, produk UMKM Bondowoso. Sehingga ketika disantap, tak membuat enek.
"Sehingga rasanya tak lagi gurih dan manis saja. Ada tambahan rasa fruity dari kopi, renyah asam tape crispy, dan mint yang muncul pada sirup blue fire," kata pria asli Jakarta ini.
Ia menjelaskan, Tajin Megasari merupakan makanan yang turut mendukung Ijen Geopark. Makan tersebut masuk dalam Geo Kuliner. Penyajian Tajin Megasari pun dibuat estetik serta mengandung unsur Ijen Geopark.
Tajin Megasari dibentuk oleh Michael menyerupai Kawah Ijen. Pada bagian atas dibuat cerukan seperti kawah yang kemudian diisi dengan sirup Blue Fire. Ia juga menambahkan potongan tape crispy yang diumpamakan belerang.
Sedangkan saus gula merah dan kopi arabika dituangkan di bagian samping kanan dan kiri bubur. "Plating Tajin Megasari terinspirasi keindahan Gunung Ijen. Oleh karena itu, bentuknya dibikin seperti Gunung Ijen," jelasnya.
Ia menyebutkan, bubur sumsum terbuat dari campuran tepung beras dan santan. Saus gula merah dibuat dari campuran gula merah, gula pasir, air, dan daun pandan. Sedangkan tape crispy, kopi arabika, dan sirup Blue Fire bisa dibeli di UMKM Bondowoso. Saus kopi arabika diproses dengan manual brewing sekitar lima hingga tujuh menit. "Cara membuat Tajin Megasari sangatlah mudah. Masyarakat bisa mencobanya. Tajin Megasari juga cocok dijadikan takjil buka puasa," pungkasnya.
Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri