Dari total rumah rusak tersebut, paling banyak terjadi di Desa Jatitamban, yakni sebanyak 27 rumah rusak. Kemudian, 7 rumah rusak lainnya berada di Desa Sumber Malang.
Plt Kepala BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi mengatakan, dari 34 rumah rata-rata rusak atapnya. Kerusakan hingga sekitar 30 persen. "Atapnya rusak ada yang hampir separuh, melayang gitu. Ada yang genting, ada yang asbes," katanya.
Selain kerusakan rumah, juga terdapat beberapa pohon tumbang dan melintang di jalan. Pihaknya langsung menurunkan dua regu untuk membersihkan. "Itu langsung dibersihkan TRC (Tim Reaksi Cepat, Red) BPBD, dan evakuasi, sehingga arus kendaraan kembali lancar," bebernya.
Setelah identifikasi, kata dia, diketahui di dua desa tersebut memang sering terjadi angin kencang atau puting beliung. Namun, kerusakan rumah paling banyak baru kali ini. "Kami tidak mengira kalau kerusakan rumah kemarin itu hingga 34 rumah. Sudah identifikasi bersama-sama dan melakukan asesmen," paparnya.
Saat ini pemkab melalui BPBD Bondowoso telah memberikan bantuan sembako kepada 34 KK yang terdampak tersebut. "Kemudian, dari pihak polres juga memberikan bantuan," jelas mantan Kabid Pariwisata Disparpora tersebut. Selain itu, BPBD dan TNI-Polri juga bergotong royong melakukan perbaikan terhadap puluhan rumah yang rusak tersebut. "Selain membersihkan serpihan, juga perbaikan atap yang rusak," imbuhnya.
Diperkirakan, kerugian materi akibat puting beliung di dua desa Kecamatan Wringin, Bondowoso, tersebut sekitar Rp 34 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Jurnalis : mg3
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Solikhul Huda Editor : Safitri