SSB pertamanya yang mengenalkan bagaimana teknik dasar bermain bola di rumput hijau. Pria kelahiran tanggal 12 Agustus 1975 ini akhirnya pernah menjadi bagian dari Persebo Bondowoso. Kala itu, dia membela Persebo saat berlaga di kompetisi Piala Soeratin dan meraih peringkat 4 se-Jawa Timur.
Kini, putra dari bapaknya Adrai yang juga sekaligus ketua SSB Arseko memiliki cita-cita tinggi dalam dunia sepakbola. Khususnya di Bondowoso. Pria yang akrab disapa Andri ini ingin memiliki akademi sepakbola bagi pesepakbola usia dini. Khusunya untuk putra daerah Bondowoso.
Step by step mulai dilakukan Andri. Secara perlahan, dia bersama keluarganya serta rekan-rekan SSB Arseko melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Yang utama adalah adanya lapangan yang standar. Ya, Lapangan yang berada di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon, memang cukup mengagumkan. Betapa tidak, kualitas rumputnya bisa dikatakan setara stadion-stadion besar di Indonesia. Lapangan itu hanya digunakan untuk latihan sehari-hari SSB Arseko.
Andri mengaku, bahwa pembangunan lapangan itu membutuhkan biaya tak sedikit. Angkanya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, ahli rumput lapangannya di datangkan langsung dari Malang. Yang memang sering menjadi ahli rumput lapangan Stadion-stadion megah di Indonesia.
Lebih jauh, ketika ditanya apa motivasinya membangun lapangan sepakbola di tengah perkampungan padat penduduk tersebut. Andri menyebut, bahwa dirinya ingin membina pesepakbola junior.
“Saya dulu bermain untuk SSB Arseko. Jadi saya ingin mengabdi untuk SSB Arseko, salah satunya dengan membangun lapangan ini,” kata Andri.
Pekerjaan Andri yang berada di Batam mengharuskan dirinya memantau pembangunan lapangan dari jarak jauh. “Ya monitornya melalui daring saja. Perkembangannya dari foto dan video saja. Tapi tetap saya arahkan sesuai keinginan saya,” ujar Andri.
Sebelumnya SSB Arseko rutin berlatih di Stadion Magenda. Namun, setelah adanya lapangan Malabar itu, mereka lebih intensif berlatih disana. Tetapi, dalam sepekan juga berlatih di Magenda.
Disisi lain Andri mengaku dirinya ingin membuat akademi sepakbola dengan fasilitas mumpuni. Mulai dari lapangan standart hingga mess untuk pemain. Ditanya, kenapa Andri lebih memilih membangun akademi sepakbola ketimbang membuat klub amatir secara instan. Seperti membuat klub baru Liga 3 ?.
“Ya saya ingin membuat akademi sepakbola saja untuk pemain-pemain cilik. Karena memang sebenarnya banyak potensi pemain Bondowoso, tetapi tidak ada fasilitas yang mumpuni. Ketimbang saya pilih buat klub, tapi secara instan,” bebernya.
Nantinya pun, pemain-pemain juniornya bakal di salurkan ke sejumlah klub junior Liga 1 ataupun amatir yang ada. “Nantinya pemain akademi ini harus disalurkan ke klub-klub junior seperti di Liga 1,” pungkasnya.
Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri