Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terinspirasi dari Panji Penakhluk Ular

Safitri • Selasa, 16 Maret 2021 | 18:32 WIB
OLEH PROFESIONAL: Atraksi Tim Bondowoso Reptiler memainkan ular yang sudah dijinakkan.
OLEH PROFESIONAL: Atraksi Tim Bondowoso Reptiler memainkan ular yang sudah dijinakkan.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Bagi sebagian orang, ular merupakan salah satu hewan yang menakutkan. Karena itu, tak jarang, ketika bertemu dengan hewan tersebut, akan langsung diburu dan dibunuh. Tapi, tampaknya hal tersebut tidak berlaku pada komunitas Reptiler Bondowoso. Mereka malah melakukan atraksi dengan hewan reptil tersebut. Bahkan, tidak jarang mereka mengevakuasi ular-ular yang berkeliaran di permukiman warga untuk ditempatkan di habitat aslinya yang jauh dari permukiman.

Mohamad Iklil Alifil Ridho Tullah, pendiri komunitas tersebut, menjelaskan, dirinya terinspirasi aksi penyelamatan yang dilakukan oleh aktor Panji Sang Petualang. “Kami terinspirasi dari Mas Panji, untuk me-rescue (menyelamatkan, Red) ular-ular yang biasanya dibunuh oleh warga,” ujarnya.

Tujuannya, agar ular-ular tetap berkembang biak sebagaimana mestinya. Dengan begitu, para generasi mendatang bisa tetap mengetahui jenis-jenis ular yang ada saat ini. Sebab, selain sering dibunuh, hewan ini juga dianggap sebagai hewan yang remeh.

Pria yang akrab dengan sapaan Iklil ini menyampaikan, komunitas penggemar reptil ini berdiri sejak dua bulan lalu. Anggotanya adalah remaja dari Desa Bondoarum, Kecamatan Wonosari. “Kalau anggota masih belum menyebar ya, Mas. Karena komunitas kami juga belum terkenal di luar,” paparnya.

Dari awal terbentuk hingga saat ini, pihaknya telah melakukan 50 kali aksi penyelamatan. Iklil menyebut, di Bondowoso habitat reptil masih terjaga. Sehingga banyak ular yang masih berkeliaran. Bahkan, tidak jarang masuk ke permukiman warga.

Dia beberapa kali dihubungi warga ketika ada ular. Karena hobi, dia memberikan pelayanan cuma-cuma. Padahal aksi tersebut tergolong berbahaya serta harus dilakukan oleh orang-orang profesional di bidangnya.  “Gak ada biaya apa pun, Mas. Kami melakukannya dengan ikhlas kok. Apalagi ini kan juga demi kesejahteraan warga, Mas,” jelasnya.

Dirinya juga berharap ular-ular yang ada saat ini masih akan terus bertahan. Sehingga anak cucunya masih bisa melihat dan menikmati berbagai jenis ular di Bondowoso. Mengingat, jumlah reptil ini terus berkurang karena dibunuh oleh warga. “Saya berharap anak cucu kita nanti masih bisa melihat ular-ular yang ada saat ini,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3

Fotografer: mg3

Editor: Solikhul Huda

  Editor : Safitri
#Bondowoso