Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Arak-Arak memang memiliki banyak tikungan. Tingkat kemiringannya pun beragam. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang memiliki hobi bermotor ektrem untuk melancarkan aksinya. Dengan begitu, di tempat tersebut biasa dibuat untuk cornering setiap Minggu pagi.
Para bikers yang melancarkan aksinya di tempat tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Bondowoso. Banyak bikers dari luar kabupaten juga sering mengunjungi tempat tersebut.
Motor yang digunakan juga bervariasi. Motor bebek hingga motor sport bebas melakukan cornering di tempat tersebut. Walau demikian, para bikers harus ektra hati-hati. Mengingat, tempat tersebut merupakan jalan umum yang biasa digunakan oleh pengendara roda dua atau roda empat. Dari arah besuki menuju Bondowoso melewati Wringin.
Cornering sendiri, memang harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Apalagi aksi tersebut tergolong hobi yang ektrem. Selain itu, harus dilengkapi peralatan yang memadahi. Dengan demikian, bisa meminimalisir cedera, apabila terjadi kecelakaan.
"Biasanya, memang setiap Minggu kami kumpul disini. Lalu, ada atraksi cornering kayak gitu,” ungkap salah satu biker yang enggan disebut namanya. Komunitas tersebut biasa menyebut cornering dengan istilah Kormereng (bahasa Madura, Red). Artinya, yang penting miring.
Dijelaskan, tikungan di Arak-Arak memang memiliki tantangan tersendiri untuk para bikers. Selain itu, dia mengungkapkan, untuk melancarkan aksinya, mereka harus benar-benar berhati-hati. Sebab, medannya curam dan kendaraan yang melintas juga ramai.
Aksi yang rutin digelar setiap akhir pekan itu, ternyata juga berdampak pada warung yang berjualan di sekitar tikungan yang sering dibuat cornering itu. Pasalnya, warungnya akan lebih ramai karena setiap bikers yang latihan pasti mampir di warungnya.
Jurnalis: mg3
Fotografer: mg3
Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri