Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perkumpulan Pemuda Tersesat

Safitri • Senin, 8 Maret 2021 | 18:32 WIB
CINTA NU: Perkumpulan Pemuda Tersesat tengah menggelar salawat bersama-sama beberapa hari lalu untuk merayakan Halah NU ke-98.
CINTA NU: Perkumpulan Pemuda Tersesat tengah menggelar salawat bersama-sama beberapa hari lalu untuk merayakan Halah NU ke-98.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ada sekumpulan remaja di Bondowoso menamai perkumpulannya dengan nama unik. Yaitu, Pemuda Tersesat. Anggotanya pun mencapai puluhan dan datang dari berbagai latar belakang. Antara lain terdiri dari punk rocker, pelajar, pengamen, dan preman

Dilihat dari nama kelompok dan latar belakang para anggotanya mungkin membuat sejumlah orang berprasangka buruk. Namun, jangan tergesa-gesa dahulu dalam menilai para Pemuda Tersesat ini. Nyatanya, mereka mengaku mencintai Nahdlatul Ulama (NU) dan Nabi Muhammad SAW.  Pengakuan tersebut tak hanya terlontar dari mulut mereka.

Mereka merayakan Harlah NU ke-98 dengan bersalawat bersama dengan menggandeng Jamaah Sholawat Kaconk Family, di Desa Pakisan, Tlogosari, Bondowoso, Kamis (4/3) lalu.

Muhammad Afifi kordinator Pemuda Tersesat Cabang Bondowoso mengatakan, banyak kegiatan yang dilakukan dalam perayaan Harlah NU ke-98. Banyak hal pula yang didiskusikan secara mengalir dengan penuh kekeluargaan. "Selain bersalawat, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi ke-NUan dengan penuh antusias," ujar pria yang akrab disapa Afifi ini.

Menurutnya, NU sudah semestinya hadir untuk seluruh kalangan, utamanya untuk anak muda. Selain itu, NU harus terus melakukan suatu transformasi sosial agar terus dicintai oleh setiap kalangan. Apalagi NU menuju usia 1 Abad dua tahun mendatang. "Utamanya bagi anak muda dengan berbagai latar belakang apa pun," paparnya.

Lebih lanjut rasa kepemilikan terhadap NU harus dibarengi dengan merawat kebanggaan melalui wujud transformasi yang nyata. Misalnya, lewat ide dan gagasan yang menarik dan segmentatif. "Sehingga keberadaan NU benar-benar menjadi suatu rumah besar bagi siapa pun dengan penuh rasa kepemilikan. Tentu, secara berkelanjutan dan kondusif," terangnya.

Salah seorang anggota Kaconk Family, Mahsusi mengungkapkan, NU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tak terkecuali masyarakat kampung. Bagi masyarakat perkampungan, NU tidak hanya dimaknai sebagai organisasi. Akan tetapi, merupakan sebuah implementasi dari perilaku atau kehidupan sehari-hari.

"Masyarakat di perkampungan telah banyak mengajarkan anak muda ber-NU dengan benar-benar menjaga tradisinya. Kami ingin terus memupuk kebanggaan dengan terus belajar pada masyarakat NU di perkampungan," pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi

Fotografer: Istimewa

Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri
#Bondowoso