Klub yang baru berdiri Januari 2020 ini memutuskan untuk kembali berlatih di masa new normal. Walaupun kembali ke lapangan, belasan atlet yang berlatih tetap menerapkan protokol kesehatan.
Sejak bulan Agustus hingga akhir Desember 2020, LHSAS berlatih sehari dalam seminggu. Di awal 2021 ini, klub yang berlatih di lapangan Perumahan Taman Mutiara, Desa Pejaten, itu menambah jam latihannya. “Sekarang kami berlatih tiga hari dalam satu minggu. Mulai hari Rabu, Jumat, dan Minggu,” kata Nanang Dani, salah satu pelatih LHSAS.
Tiap hari Rabu dan Jumat mulai pukul 15.00. Sedangkan hari Minggu, mereka berlatih sejak pukul 8.00 pagi. Klub LHSAS sendiri didampingi dua orang pelatih. Yakni Nanang Dani dan Suwadi. Nanang pun mengaku, tim pelatih sempat kesulitan mengembalikan kondisi permainan atletnya.
Sebab, dalam kurun waktu lebih dari empat bulan itu, atlet juniornya sama sekali tak memegang busur panah di lapangan. “Ya awal-awal latihan lagi cukup sulit. Karena kami harus mengembalikan kondisi fisiknya dulu dan memberikan arahan teknik lagi,” kata dia.
Di sisi lain, Achmad Arfandi, Ketua Umum Pengkab Persatuan Panahan Nasional Indonesia (PERPANI) Bondowoso, merasakan benar adanya pandemi Covid-19. Ruang gerak latihan atletnya sangat terbatas. “Kami tidak mungkin mengadakan latihan secara daring. Kami yakin, dilema seperti ini bukan hanya dialami PERPANI Bondowoso. Tapi juga dirasakan daerah lain,” katanya.
Apalagi Pengkab PERPANI Bondowoso sendiri baru saja dilantik. Tepatnya bulan Maret 2020 kemarin. Saat awal-awal pandemi Covid-19 melanda. “Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam melakukan sosialisasi dan rekrutmen bibit-bibit atlet,” ungkap pria yang kerap disapa Fandi ini. Editor : Safitri