Fitri, salah seorang pegawai, mengatakan, selama dua hari mulai beroperasinya kembali tempat wisata tersebut sepi pengunjung. Bahkan lebih sepi daripada akhir tahun. “Untuk sebelum penutupan sih biasanya ramai, meskipun tidak terlalu ramai,” ungkapnya.
Meskipun demikian, para petugas tetap melakukan penjagaan di pintu masuk wisata tersebut. Penjaga terlihat membawa alat pengukur suhu tubuh untuk menerapkan prosedur protokol kesehatan.
Kondisi sepi tersebut juga dimanfaatkan oleh pihaknya untuk melakukan perbaikan dan pembenahan taman untuk mempercantik tampilan Pemandian Tasnan. Hal tersebut terlihat ketika beberapa orang pekerja melakukan dekorasi taman yang ada.
Pemandian Tasnan merupakan wisata yang cukup lama berdiri. Sejak jaman Belanda, dan merupakan sarana peristirahatan pihak Belanda pada zaman dahulu. Selain menyajikan kolam renang yang airnya bersih dan bebas kaporit, Pemandian Tasnan juga dikelilingi hutan pinus dan dihiasi dengan tanaman bunga warni-warni, yang mampu memanjakan penglihatan pengunjung. Editor : Radar Digital