Dalam perlombaan yang berlangsung daring itu, Alya membuat karya cerpen berjudul Perempuan di Mata Kiai. Menurut dia, ada pesan moral mendalam tersirat. "Kita tidak bisa memandang orang rendah dan sebelah mata. Karena pasti ada sisi lain yang belum tentu bisa ketahui di balik itu semua," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember.
Santri asal Kecamatan Umbulsari itu mengaku, kepiawaiannya membuat cerpen juga tidak lepas dari keikutsertaannya di ekstrakurikuler penulisan kreatif sastra MA Unggulan Nuris. Selain itu, dalam lomba yang diadakan Forum Silaturrahmi Santri (Forsis) Jatim itu, Alya juga menentukan sendiri ide cerpennya dengan tema sentral yang ditentukan panitia lomba.
Sebagai juara tiga, Alya juga diganjar penghargaan berupa sertifikat juara dan uang pembinaan. Baginya, menulis cerpen menjadi daya tersendiri. Meskipun beberapa kali ikut lomba, belum menemukan peruntungan, namun Alya tidak putus asa.
"Asal ada usaha dan terus mengasah kemampuan, semua bisa dicapai. Seperti saya sering ikut lomba cerpen. Alhamdulillah, baru kali ini yang dapat bisa juara," terangnya. Editor : Safitri