Di warung kecil itulah ada jajanan ringan onde-onde Bu Jaka. Warungnya kecil, namun terkenal. Kerap kali onde-onde Bu Jaka dijadikan oleh-oleh masyarakat.
Onde-onde Bu Jaka sama dengan onde-onde pada umumnya. Bentuknya bulat, ditaburi wijen, dan saat digigit rasa manis. Isian kacang hijaunya langsung terasa.
Rasa onde-ondenya pas, kacang hijaunya juga terasa nikmat. Menariknya, kebanyakan pembeli menemukan onde-onde yang masih hangat, baru saja digoreng.
Nurmanto, warga Jember, kebetulan tengah membeli onde-onde ini ketika Jawa Pos Radar Ijen berkunjung. Menurutnya, Bondowoso adalah kota yang tenang dan sejuk. Sehingga sangat pas ketika ada sajian onde-onde hangat. “Bondowoso itu adem. Ketika waktu tertentu, sangat pas untuk menikmati jajanan ringan,” ujarnya.
Selama ini, banyak yang menyasar tape sebagai oleh-oleh. Memang tape menjadi sesuatu yang khas di Bondowoso. Namun, tak lantas yang lainnya menjadi biasa. “Contohnya onde-onde,” terangnya.
Menurutnya, onde-onde di Jl. A Yani menjadi lokasi yang tepat untuk mencari kue hangat dan bisa dinikmati langsung di mobil. “Namun, jangan lupa untuk membungkus buat yang di rumah,” ujarnya. Harga onde-onde Bu Jaka itu cukup murah, yaitu Rp 1.500 per bijinya.
Selain di Jalan A Yani, penyedia jajanan ringan seperti kudapan ada di Pecinan. Tak hanya onde-onde, banyak pilihan disediakan. Karenanya, bagi wisatawan yang berkunjung ke Bondowoso, selain kopi arabika dan tape khas Bondowoso, jangan lupa hunting berbagai makanan khas lainnya. Editor : Safitri