Tamio Soberano, Ketua APGI Jember (Wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi), mengatakan bahwa ada dua solusi yang bisa dilakukan untuk pengamanan. Sebelum ada dua solusi itu, maka sangat tidak direkomendasikan untuk pendakian. “Pertama, mengubah topografi, dan kedua memberikan pengaman dari titik rawan pertama hingga puncak,” jelasnya.
Namun, jika mengubah topografi perlu waktu yang panjang. Hal yang bisa dilakukan adalah memberi pengamanan dari titik rawan pertama hingga puncak. Menurut APGI, adanya pembatas sebagai pengaman akan menjadi penopang pendaki.
Harapannya, hal itu bisa segera dilakukan. Sebab, ketika Bukit Piramid ditutup seperti saat ini, tetap akan ada pendaki nakal yang menerobos. “Karena gunung ini sudah terkenal dan viral. Bila ditutup, akan terjadi kucing-kucingan,” paparnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris APGI Jatim Bagus Nur Pratama. Pihaknya bersama organisasi pecinta alam dan komunitas pegiat alam telah melakukan survei tentang keamanan Bukit Piramid. Bukit yang sejatinya adalah puncak ketinggian di Pegunungan Argopuro tersebut sangat rawan. “Jadi, dari pos dua sampai puncak itu rawan. Perlu pengaman,” tuturnya. Jarak rawan itu lebih dari satu kilometer.
Reza, pengurus APGI Jember, menegaskan, pihaknya bersama organisasi pecinta alam, baik di Bondowoso maupun Jember, sangat tidak merekomendasikan adanya pendakian di Bukit Piramid. Terutama bagi pendaki pemula. Sebab, Bukit Piramid sangat tidak pantas untuk dijadikan wisata minat khusus pendakian. “Pendaki pemula sangat tidak dianjurkan. Karena berbahaya,” tuturnya. Sepanjang jalan menuju puncak tersebut, kiri dan kanan adalah jurang. Apalagi, pijakan atau bisa disebut punggungan sebagai jalur pendakian begitu tipis.
Walau berbahaya, namun ada saja yang mencoba adrenalin di tempat itu. Misalnya saja Captain Banyuwangi Runners Teguh Budiarto. Dirinya pernah mencoba lari gunung di Bukit Piramid. Hasilnya sangat tidak direkomendasikan untuk lari gunung, apalagi pendaki pemula. “Lari saja tidak bisa. Selain tipis juga banyak batu yang rentan untuk tersandung. Bila tidak hati-hati, bisa masuk jurang,” jelasnya.
Jurang di Bukit Piramid tersebut cukup dalam dan tidak ada pepohonan yang menahan bila terjatuh. Sehingga, kata dia, bagi yang coba-coba mendaki ke Bukit Piramid, lebih baik diurungkan saja. “Nyawa lebih berharga daripada mencari foto untuk menambah like di medsos,” jelasnya. Editor : Safitri