Bunadin tampak semangat membolak-balikkan tembakau Somporis rajang yang tengah di Jemur, kemarin. Pria 46 tahun ini mengenakan kacamata hitam agar tak silau dengan terik matahari. “Dua hari berturut-turut mendung terus, hari ini mumpung cuacanya cerah dan panas,” ucapnya.
Jika tahun lalu harga tembakau sempat anjlok, tahun ini julai membaik. Khususnya varietas Somporis. Kini per kilogram Rp 35 ribu. Sebelumnya, saat awal kali panen, harganya antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram. “Ke depan, bisa jadi naik lagi. Itu harapan dan doa kami,” tuturnya.
Dijelaskannya, cuaca cerah menjadi kunci tembakau bagus. Namun, jika cuaca mendung terus-menerus, tembakau yang telanjur dijemur kualitasnya turun. Jika cuaca mendung, harga jual tembakau bisa separuh harga. Kisaran Rp 15 ribu per kilogram. “Kalau sudah kehujanan, tidak laku. Yang tidak kehujanan, itu tadi harganya turun drastis,” imbuhnya.
Dia mengaku, petani yang menanam Somporis masih untung walau dalam kondisi pandemi Covid-19. Sebab, ada peningkatan harga.
Penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, berdasarkan data Jawa Timur Dalam Angka dari BPS Jatim, Bondowoso masuk lima besar daerah produksi tembakau tertinggi di Jatim. Di atasnya ada Pamekasan, Jember, Probolinggo, Bojonegoro, baru Bondowoso. Daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Tape ini bisa menghasilkan tembakau 11.264 ton per tahun pada 2019. Luas panennya mencapai 8.237 hektare.
Menurut penelitian yang pernah dilakukan Sri Yulaikah, Anik Herwati, dan Djajadi dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Litbang Kementerian Pertanian (Kementan), pada Oktober 2015, Somporis 1 dan Somporis ch merupakan varietas unggul yang memiliki produktivitas dan mutu terbaik di Kabupaten Bondowoso. Karakter yang menonjol pada Somporis 1 adalah warna rajangan yang kuning tua, sedangkan Somporis ch sangat aromatis.
Tembakau Somporis adalah hasil persilangan alami di daerah Maesan dari tembakau Sompor dan Moris. Pada 1989, Balittas melakukan survei keanekaragaman tembakau di Pulau Jawa dan Madura. Hasilnya ada kultivar yang berkembang di Bondowoso, yaitu Sompor dan Moris. Editor : Safitri