Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Tembakau Mulai Naik

Safitri • Minggu, 4 Oktober 2020 | 00:56 WIB
PUNYA HARAPAN: Petani sedang merajang tembakaunya sebelum dijual ke gudang tembakau pabrikan.
PUNYA HARAPAN: Petani sedang merajang tembakaunya sebelum dijual ke gudang tembakau pabrikan.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Nasib petani tembakau kasturi atau rajangan di Bondowoso mulai membaik. Pasalnya, harga tembakau rajangan atau kasturi mulai merangkak naik meskipun masih jauh dari harapan petani. Kenaikan itu terjadi setelah banyak gudang tembakau buka dan melakukan pembelian.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Ijen, sejumlah gudang tembakau sudah buka. Sudah mulai ada truk atau pikap yang membawa tembakau masuk ke gudang. Tampaknya, sudah banyak petani tembakau yang mengirimkan daun emasnya ke gudang-gudang milik pabrikan rokok di Bondowoso.

Mohammad Yasid, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso mengakui sudah ada kenaikan harga tembakau di pasaran. “Harga tembakau mulai lumayan bagus sejalan dengan posisi daun dan beberapa gudang yang sudah  buka. Artinya, kompetisi antargudang mulai ketat,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk harga tembakau Kasturi kisaran Rp 18 ribu sampai Rp 26 ribu. Ke depan, pada posisi daun masuk lokalan bisa tembus Rp 30 ribu. “Kira-kira ending-nya harga rata-ratanya  sekitar 27 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Sedangkan harga tembakau rajangan juga mulai naik dari sebelumnya. Petani tampak antusias untuk merawat tembakaunya. “Di pasaran harga tembakau rajangan kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 29 ribu tiap kilogramnya. Jadi, rata-rata harga yang diterima  petani kurang lebih Rp 25 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara Eko Wisnu Wahyudi, Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bondowoso, juga mengakui bahwa harga tembakau mulai bagus. “Alhamdulillah, sebagian gudang tembakau sudah buka tapi harganya masih fluktuatif. Sangat tergantung kualitasnya,” ungkapnya.

Meski belum memenuhi standar harga harapan petani, bukanya gudang tembakau sama saja membuka harapan petani. “Walau belum memenuhi standar harga, tapi dengan bukanya gudang, ada harapan bagi kami para petani untuk mendapatkan hasil. Walau tidak untung tapi ruginya pun tidak besar.  Tentunya harapan kami masih bisa mendapat keuntungan,“ ungkapnya.

Sebelumnya, awal musim panen tahun 2020 ini belum berpihak kepada petani tembakau di Bondowoso. Banyak petani tembakau resah karena harga tembakau tidak kunjung naik. Para petani berharap harga tembakau segera naik agar tidak mengalami kerugian.  Bahkan, mereka sempat mengadu ke wakil rakyat di DPRD Bondowoso karena harga tembakau rendah dan banyak gudang yang belum buka. Editor : Safitri
#tembakau