Paling banyak melakukan serap aspirasi terhadap warga nahdliyin. Pasalnya, mayoritas Bondowoso yang pendudukmnya berjumlah sekitar 700 ribu merupakan nahdliyin. Itu yang dilakukan ketua DPRD Ahmad Dhafir dan Yondrik. Pun dengan Syaiful Bahri dari PPP yang juga reses di wilayah konstituennya. Ketiganya yang mantan santri melakukan serap aspirasi warga yang juga mantan santri.
“Selain berbicara progres kegiatan usulan masyarakat yang sudah direalisasikan, juga penguatan akidah ahlussunah wal Jamaah, partai hanya instrumen untuk pencapaian target akhir di ridai Allah SWT dalam segala hal,” kata Yondrik kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.
Dia menjelaskan, menyampaikan sejumlah aspirasi yang telah direalisasikan sebelumnya. Kemudian, menjaring kembali aspirasi dari rakyat, khususnya konstituennya. “Kami sebagai wakil rakyat tentu memperjuangkan sekuat tenaga agar aspirasi rakyat bisa benar-benar direalisasikan,” ujarnya.
Syaiful Bahri, anggota Komisi I DPRD Bondowoso, mengadakan reses di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Puluhan warga yang hampir semuanya dari nahdliyin daerah pemilihan (dapil) 4 mengikuti reses dengan menyampaikan aspirasi kepada Gus Syef.
Gus Saef menuturkan, mayoritas usulan dari konstituennya adalah perbaikan jalan. Sebab, memang sudah banyak yang rusak, dan cukup lama tak diperbaiki. “Terutama jalan-jalan poros seperti Tamanan-Bondowoso. Terus jalan-jalan lintas kecamatan, lintas desa, juga mulai rusak,” terang Sekretaris DPC PPP Bondowoso tersebut.
Selama reses, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Semua yang hadir wajib pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Panitia yang difasilitasi oleh sekretariat DPRD menyiapkan sarana dan prasarana untuk mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, sebelum acara di mulai disemprot dengan disinfektan. Editor : Safitri