RADAR JEMBER - Luciano Spalletti menegaskan bahwa Juventus memiliki tuntutan besar yang tidak pernah berubah, yakni meraih kemenangan.
Menjelang pertandingan melawan Cagliari dalam laga pekan ke-6 Serie A 2026-27, pelatih Bianconeri itu menegaskan bahwa klub sebesar Juventus akan selalu berada di bawah tekanan untuk menang dan memenuhi ambisi tinggi yang mereka tetapkan sendiri.
Spalletti tidak mempermasalahkan anggapan sebagian pihak yang menempatkan Juventus di luar kelompok favorit juara Serie A. Menurutnya, target dan standar yang ingin dicapai Bianconeri harus ditentukan oleh mereka sendiri, bukan oleh opini dari luar klub.
Spalletti menggunakan ungkapan yang dramatis “dikutuk” untuk menggambarkan besarnya tuntutan dan ekspektasi terhadap Juventus.
Baca Juga: Rapor Pemain Como vs AS Roma: Gollini Tampil Tenang, De Roon Jadi Pengatur Permainan
“Bagi kami, itu tidak terlalu penting. Tidak akan pernah ada waktu untuk beristirahat bagi mereka yang memilih klub ini. Juventus akan selalu dikutuk untuk menang,” ujar Spalletti dalam konferensi pers prapertandingan, seperti dikutip dari TuttoMercatoWeb.
“Kami sendirilah yang menentukan target dan terus meningkatkan standar. Kami tahu bahwa kami bisa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Ada yang menyebut kami sebagai kandidat juara Scudetto, sementara yang lain merasa perlu menempatkan kami di posisi yang berbeda,”
“Namun, kamilah yang memiliki ambisi besar. Kami tahu persis posisi kami saat ini, dan kami tidak membutuhkan orang lain untuk memberi tahu kami tentang hal itu,”
Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya ekspektasi yang melekat pada Juventus. Sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang di sepak bola Italia, Bianconeri selalu dituntut untuk bersaing memperebutkan gelar.
Bagi Spalletti, tekanan tersebut bukan alasan untuk menghindar, melainkan bagian dari tanggung jawab yang harus diterima.
Selama Tiga pekan jeda Internasional, Spalletti berusaha menyeimbangkan waktu istirahat pemain dengan padatnya jadwal pertandingan.
“Jeda ini berlangsung lama, dan segala sesuatu memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing,”
“Kami mengelolanya dengan sederhana, memberikan waktu istirahat yang cukup panjang untuk mengimbangi seluruh pertandingan yang telah dijalani. Kelelahan harus diimbangi dengan istirahat, tidak ada obat lain. Begitulah cara mengelolanya, dengan mengevaluasi kondisi setiap pemain secara cermat dan menyesuaikan program latihan bagi mereka yang tetap bersama kami,”
Editor : M. Ainul Budi