Akanji Tak Mau Setengah-Setengah: Saya Ingin Inter Milan Menangkan Semuanya

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:40 WIB
Manuel Akanji
Manuel Akanji

RADAR JEMBER - Manuel Akanji menegaskan ambisi besar bersama Inter Milan. Bek asal Swiss itu tidak puas jika Nerazzurri hanya memenangkan Serie A dan Coppa Italia. Targetnya jauh lebih tinggi: memenangkan seluruh kompetisi yang diikuti Inter.

Dalam wawancara eksklusif dengan Sport Mediaset setelah pertandingan Swiss melawan Makedonia Utara, Akanji berbicara mengenai adaptasinya di Inter, target musim ini hingga sosok Cristian Chivu.

Ketika ditanya mengenai sistem tiga atau empat bek, Akanji mengaku mampu bermain dalam kedua skema tersebut.

“Saya bisa bermain dalam kedua sistem. Mungkin saya lebih sering bermain dengan empat bek dan lebih terbiasa dengan sistem itu,” ujar Akanji.

Ia mengakui sempat membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem tiga bek setelah bergabung dengan Inter.

Baca Juga: Juventus Mulai Ragukan Performa Woltemade, Sudah Siapkan Alternatif Pemain Lain?

“Ketika tiba di Inter, agak sulit beradaptasi, baik sebagai bek sayap tengah maupun bek tengah dalam tiga bek karena sistemnya berbeda. Tapi tidak ada masalah. Saya terus berlatih setiap hari untuk itu,” jelasnya.

Soal target musim ini, Akanji menunjukkan ambisi yang sangat tinggi.
“Tujuannya harus selalu memenangkan semuanya. Kami bermain di setiap kompetisi untuk menang dan akan berusaha melakukannya,” katanya.

Akanji bahkan menolak jika ditawari hanya Scudetto dan Coppa Italia, seperti pencapaian Inter musim lalu.

“Saya tidak mau hanya memenangkan Scudetto dan Coppa Italia seperti tahun lalu. Saya ingin memenangkan semuanya,” tegasnya.

Mengenai penghargaan individu sebagai bek terbaik Serie A, Akanji mengaku tentu akan senang jika mendapatkannya. Namun, ia tetap menempatkan kepentingan tim sebagai prioritas.

“Pasti menyenangkan memenangkan penghargaan bek terbaik Serie A, tetapi itu bukan sepenuhnya tergantung kepada saya. Yang terpenting selalu tim. Saya berusaha menjalankan bagian saya,” tuturnya.

Akanji juga menyinggung kebiasaan Inter yang beberapa kali harus melakukan comeback setelah tertinggal lebih dulu. Ia menyebut pertandingan melawan Roma, Real Madrid, dan Napoli sebagai contoh.

“Melawan Roma sulit karena mereka bermain bagus. Di Madrid kami melakukan beberapa kesalahan, begitu juga saat melawan Napoli. Tetapi kami selalu memiliki mentalitas yang kuat sehingga mampu membalikkan keadaan,” ujarnya.

Bek Swiss itu kemudian memberikan kabar positif mengenai John Stones. Akanji mengaku senang rekannya tersebut berada di Inter dan sudah tidak sabar kembali bermain bersamanya.

“Stones? Saya senang dia berada di Inter. Dia sedang berlatih dan saya tidak sabar untuk bermain bersamanya lagi,” kata Akanji.

Terakhir, Akanji memberikan pujian kepada Chivu. Menurutnya, sang pelatih telah melakukan pekerjaan luar biasa sejak menangani Inter.

“Chivu adalah pelatih hebat. Dia melakukan pekerjaan yang sangat bagus tahun lalu. Tidak pernah mudah untuk menang. Bersama manajemen, dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemain,” pungkas Akanji. 

Editor : M. Ainul Budi
berita inter milan jadwal inter milan inter milan serie a as roma