RADAR JEMBER - Perburuan amunisi baru untuk lini serang AC Milan menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin kini memasuki babak yang semakin mendebarkan.
AC Milan saat ini muncul sebagai salah satu pesaing terdepan untuk mendatangkan talenta emas Brasil, Endrick, pada bursa transfer Januari mendatang.
Meskipun terlihat berada dalam posisi yang sangat menguntungkan, langkah kubu Rossoneri nyatanya masih sangat bergantung pada restu dan izin dari Real Madrid.
Kabar terbaru pada awal hari ini bahkan menyebutkan bahwa Aston Villa mungkin telah mengambil alih posisi terdepan dalam perlombaan perebutan sang penyerang.
Baca Juga: Jadwal Inter Milan vs Parma: Statistik Tembakan ke Gawang Bak Bumi dan Langit
Namun, sebuah angin segar berhembus kencang karena sang pemain muda secara prinsip dikabarkan telah mengatakan ‘ya’ untuk bergabung dengan panji Il Diavolo Rosso.
Dengan kata lain, situasi transfer ini masih sangat terbuka lebar dan masih ada banyak waktu bagi perkembangan mengejutkan lainnya untuk terjadi.
Berbicara secara eksklusif kepada ApuestaOnline.Net, pakar transfer ternama Fabrizio Romano memberikan informasi mendalam mengenai situasi Endrick di ibu kota Spanyol.
“Masa depan Endrick akan berada di bawah pengawasan ketat selama bulan Oktober dan November.”
“Setelah mengatasi ketidaknyamanan fisik yang dideritanya pada bulan Agustus, penyerang muda Brasil itu kini telah pulih sepenuhnya dan sangat ingin mendapatkan waktu bermain.”
“Musim panas lalu, ia tidak kekurangan pelamar: Roma, Milan, dan Aston Villa semuanya menunjukkan minat yang konkret, sementara Liverpool bahkan menjajaki kemungkinan transfer permanen.”
“Real Madrid mengesampingkan segala bentuk negosiasi selama bursa transfer sebelumnya, sebuah keputusan yang juga diamini oleh sang pemain sendiri, yang fokus untuk meraih kesuksesan di klub.”
“Namun, jumlah waktu bermain yang ia dapatkan dalam dua bulan ke depan akan sangat krusial dalam menentukan apakah ia akan menyelesaikan musim di Madrid atau mencari langkah pinjaman setelah masa pinjamannya sebelumnya di Lyon.”
Editor : M. Ainul Budi