RADAR JEMBER - Donyell Malen terus mencuri perhatian bersama AS Roma setelah mengawali musim 2026/2027 dengan performa luar biasa.
Setelah dinobatkan sebagai Player of the Month Serie A untuk periode Agustus hingga September, penyerang asal Belanda itu kembali meraih penghargaan dengan terpilih sebagai pemain terbaik bulan September versi Associazione Italiana Calciatori (AIC), asosiasi pesepak bola Italia.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Malen di lini depan Roma. Produktivitasnya tidak hanya berlanjut dari musim lalu, tetapi juga meningkat pada awal kompetisi musim ini.
Dalam pengumuman resminya, AIC menyoroti catatan gol Malen sekaligus kontribusinya dalam sejumlah pertandingan yang menentukan perjalanan Roma pada awal musim.
Performa Malen memberikan kesan bahwa setiap sentuhan bola berpotensi menghasilkan sesuatu yang menentukan. Kehadirannya selalu menarik perhatian, bahkan ketika ia belum mendapatkan peluang untuk menembak.
Baca Juga: Manajamen Juventus Percepat Perpanjangan Kontrak Nico Gonzalez, Spalletti Kini Andalkan Sang Winger
Keistimewaan penyerang Belanda tersebut tidak semata-mata terletak pada kecepatan, kekuatan tembakan, atau kemampuannya berlari dengan bola. Ia mungkin bukan pemain tercepat di Serie A, bukan pula yang memiliki tembakan paling keras. Namun, Malen kerap berada satu langkah di depan para bek lawan.
Keunggulan itu terlihat dari kemampuannya melakukan akselerasi dalam beberapa langkah pertama, serta membaca ruang dan pergerakan lawan. Ia memahami kapan harus mencari posisi dan bagaimana menempatkan diri di area yang luput dari pengawasan bek.
Malen mengawali musim 2026/2027 dengan melanjutkan performa impresif yang ditunjukkannya pada akhir musim sebelumnya. Ia mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan terakhir Serie A musim 2025/2026, kemudian menambah enam gol dalam lima laga pertama musim ini.
Baca Juga: Jadwal Inter Milan vs Parma: Statistik Tembakan ke Gawang Bak Bumi dan Langit
Catatan tersebut membuat performa Malen sulit dianggap sekadar lonjakan sesaat. Ia mampu mempertahankan produktivitas tinggi dari satu musim ke musim berikutnya, sekaligus menjadi salah satu pemain paling menentukan bagi Roma.
Malen juga memiliki kemampuan untuk menghilang dari perhatian lawan, bahkan ketika berada di area yang sebenarnya mudah terlihat. Pergerakan tanpa bolanya membuat ia sulit dikawal, sementara naluri menempatkan diri membuka peluang untuk menerima umpan dalam posisi berbahaya.
Kombinasi tersebut membuatnya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan. Dalam periode ketika banyak penyerang mengandalkan kecepatan atau kekuatan fisik, Malen justru memperlihatkan betapa pentingnya kecerdasan membaca permainan dan ketepatan mengambil posisi.
Editor : M. Ainul Budi