RADAR JEMBER - Mantan wasit Serie A Paolo Tagliavento membahas sejumlah perubahan dalam peraturan sepak bola, perkembangan VAR, hingga cara wasit mengelola hubungan dengan para pelatih. Ia juga memberikan pandangannya mengenai Gian Piero Gasperini yang dikenal memiliki karakter kuat di pinggir lapangan.
Tagliavento, yang memimpin pertandingan Serie A sejak 2004 hingga 2018, menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Radio Manà Manà Sport.
Tagliavento menilai penerapan aturan baru memberikan dampak positif, terutama dalam mengurangi waktu yang terbuang selama pertandingan.
“Peraturan baru telah membantu dan waktu yang terbuang menjadi berkurang. Karena itu, saya sependapat dengan pilihan Orsato. Perlahan-lahan, esensi sebenarnya dari sepak bola mulai kembali,” ujar Tagliavento.
Ia kemudian membahas penggunaan VAR yang pada awalnya dirancang untuk mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata.
Baca Juga: Transfermarkt Rilis Starting XI Termahal Serie A, Ada 4 Bintang Inter Milan, SIAPA SAJA?
“VAR hadir pada tahun terakhir saya berkarier. Saat itu kami semua sangat skeptis. Banyak wasit telah menghabiskan seluruh karier mereka dengan melihat dan mengambil keputusan sendiri,” katanya.
Menurut Tagliavento, justru dua tahun pertama penggunaan teknologi tersebut merupakan periode terbaik VAR karena intervensinya masih terbatas.
“Namun, tahun-tahun terbaik teknologi baru ini adalah tahun pertama dan kedua, ketika VAR digunakan lebih sedikit dibandingkan setelahnya. Tanpa disadari, mungkin muncul rasa lebih tenang dalam diri wasit. Bahkan ketika melakukan kesalahan manusiawi, mereka sadar bisa meminta bantuan teknologi,” lanjutnya.
Tagliavento juga menyinggung pertemuan Daniele Orsato dengan para pelatih Serie A pada Senin lalu terkait penerapan regulasi baru.
“Peraturan baru memberikan dampak signifikan terhadap waktu efektif pertandingan. Jika kita memikirkan lima detik untuk lemparan ke dalam atau tendangan gawang, Anda bisa memahami bahwa beberapa menit waktu bermain nyata dapat kembali,” jelasnya.
“Dalam rentang waktu tersebut, apa pun bisa terjadi. Karena itu, garis kebijakan ini harus dipertahankan. Namun, penerapannya harus seragam dan para wasit sejauh ini mampu menjalankannya dengan sangat baik,” tambah Tagliavento.
Sebagai pelatih dengan karakter kuat dan ekspresif di pinggir lapangan, Gasperini juga menjadi bagian dari pembahasan.
Menurut Tagliavento, Gasperini pelatih AS Roma pada dasarnya tidak berbeda dengan pelatih lainnya dalam hal perlakuan wasit. Namun, temperamennya membuat pengelolaannya membutuhkan perhatian lebih.
“Dia tidak berbeda dari pelatih lainnya. Dia tahu bagaimana mengelola sebuah kelompok dan memiliki semangat yang besar. Dia bukan sosok yang mudah untuk dikelola,” kata Tagliavento.
Editor : M. Ainul Budi