AC Milan Pernah Bantu Manchester United Soal Status Amorim? Ini Kejelasannya

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:00 WIB
Pelatih AC Milan Ruben Amorim
Pelatih AC Milan Ruben Amorim

RADAR JEMBER - Kisah perjalanan karir seorang peracik taktik di atas lapangan hijau terkadang penuh dengan intrik finansial yang tak terduga, di mana satu keputusan pemecatan bisa berimbas drastis pada neraca keuangan klub raksasa lainnya.

Nominal pasti yang harus dibayarkan oleh Manchester United untuk memecat Ruben Amorim beserta staf pelatihnya akhirnya terungkap ke publik, yang secara mengejutkan turut melibatkan bantuan tidak langsung dari AC Milan.

Sang juru taktik asal Portugal tersebut resmi didepak oleh kubu Setan Merah pada musim lalu setelah hanya bertahan selama 14 bulan di kursi kepelatihan.

Masa jabatannya yang penuh gejolak itu terjadi usai kepindahannya dari Sporting CP pada musim 2024-25, sebelum akhirnya ia berlabuh di San Siro setelah sempat menepi sejenak dari dunia sepak bola.

Berdasarkan laporan dari Manchester Evening  News, pihak United secara tidak langsung telah mengonfirmasi besaran biaya pemecatan Amorim melalui publikasi laporan keuangan terbaru mereka.

Baca Juga: BOMBASTIS! Harga Tim AC Milan Melejit Tinggi, Hanya Gara-gara Dua Pemain Muda Ini?

Pada kolom biaya tak terduga dalam laporan tersebut, tercantum angka 9,5 juta Euro yang sebagian besar dialokasikan untuk membayar kompensasi perpisahan Amorim beserta para kolaboratornya.

Laporan itu juga menambahkan bahwa kubu Setan Merah sejatinya dihadapkan pada tagihan pesangon yang jauh lebih membengkak hingga mencapai 19,4 juta Euro.

Beruntungnya, klausul kontrak sang pelatih memuat aturan pengurangan kompensasi jika ia segera mendapatkan pekerjaan baru di klub lain. Nominal pesangon yang telah dipangkas tersebut juga sudah mencakup pembayaran untuk jajaran asisten pelatih yang terdiri dari Carlos Fernandes, Adelio Candido, Emanuel Ferro, dan Jorge Vital.

Catatan statistik kepelatihannya di tanah Britania Raya pun menuai sorotan tajam dari berbagai media massa yang mengawal jalannya kompetisi.

“Di Liga Premier, Amorim memiliki rasio kemenangan terburuk (32 persen), rasio kebobolan gol per pertandingan terburuk (1,53) dan rasio clean sheet terendah (15 persen) dari semua manajer United dalam sejarah.”

Menyikapi masa kelamnya di Inggris, Amorim sempat membagikan refleksi pribadinya pada musim panas lalu mengenai kegagalan menyakitkan tersebut.

“Hal pertama adalah bahwa itu tidak penting lagi.”

“Itulah perasaannya.”

“Ada sejarah, lalu sesuatu terjadi, konteksnya berubah, dan Anda fokus pada tantangan berikutnya.”

 

Editor : M. Ainul Budi
berita ac milan Ruben Amorim ac milan manchester united