Tak Bisa Jor-joran, Juventus Mulai Ubah Cara Berburu Pemain

Redaksi Radar Jember • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:56 WIB
Laga sengit Juventus vs Atalanta
Laga sengit Juventus vs Atalanta

 

RADAR JEMBER – Juventus tampaknya harus lebih berhitung dalam menyusun skuad untuk musim mendatang. Bukan tanpa alasan, kondisi finansial klub membuat Bianconeri tidak bisa sebebas sebelumnya dalam mengeluarkan dana di bursa transfer.

Situasi tersebut ikut mempengaruhi cara Juventus mencari pemain baru. Klub asal Turin itu kini mulai mengarahkan perhatian kepada talenta-talenta muda Italia yang dinilai bisa menjadi bagian dari pembangunan skuad dalam jangka panjang.

Perubahan pendekatan tersebut muncul setelah Giovanni Carnevali dipercaya mengisi posisi kepala eksekutif Juventus. Berbekal pengalaman panjang bersama Sassuolo, Carnevali membawa pendekatan baru dalam urusan perekrutan pemain.

Dilansir dari laporan La Gazzetta dello Sport, sejumlah pemain muda Italia sudah masuk radar Juventus. Salah satunya gelandang Cagliari kelahiran 2006, Alessandro Romano.

Baca Juga: UPDATE BURSA TRANSFER: Nama Viktor Gyokeres Kembali Dikaitkan dengan Juventus

Selain Romano, Juventus juga memantau Lorenzo Palmisani, penjaga gawang Frosinone, serta Antonio Raimondo, penyerang yang berstatus sebagai pemain Bologna dan kini memperkuat Frosinone.

Ketiga nama tersebut menjadi gambaran bahwa Juventus mulai memberikan perhatian lebih besar kepada pemain muda potensial dari Italia. Strategi ini dapat menjadi alternatif ketika klub harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan memperkuat tim dan kondisi keuangan.

Terikat Kesepakatan dengan UEFA

Perubahan strategi transfer Juventus tidak bisa dilepaskan dari kondisi finansial klub. Bianconeri masih terikat Settlement Agreement dengan UEFA sehingga pengeluaran untuk mendatangkan pemain harus dilakukan secara hati-hati.

Dalam ketentuan tersebut, Juventus diwajibkan membatasi defisit maksimal sebesar 5 juta euro pada laporan keuangan tahun ini. Klub juga ditargetkan mencapai kondisi impas atau break-even pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Juventus ditargetkan kembali memenuhi aturan pendapatan sepak bola UEFA pada 2028 dalam siklus tiga tahunan.

Kondisi tersebut membuat Juventus harus lebih cermat dalam menentukan pemain yang akan direkrut. Pengeluaran transfer perlu disesuaikan dengan pemasukan klub agar tidak kembali menimbulkan tekanan terhadap keuangan.

Bahkan, pembatasan tersebut berpotensi berlanjut pada musim 2027/2028 apabila Juventus mencatatkan defisit pendapatan sepak bola dan rasio biaya skuad terhadap pendapatan berada di atas 70 persen pada 2026.

Bukan Hanya Transfer, Scouting Juga Dirombak

Perubahan Juventus rupanya tidak berhenti pada daftar pemain incaran. Struktur pencarian bakat di klub juga tengah mendapat perhatian.

Tuttosport melaporkan departemen scouting Juventus di Continassa membutuhkan restrukturisasi besar. Direktur Olahraga Marco Ottolini disebut telah mengerjakan pembenahan tersebut selama sekitar sembilan bulan.

Namun, proses tersebut masih membutuhkan tambahan tenaga. Juventus disebut mempertimbangkan Enrico Paresce dan Davide Cangini untuk memimpin bagian identifikasi bakat.

Keduanya memiliki pengalaman di sejumlah klub, termasuk Torino, Roma, Rennes, dan Sassuolo.

Dengan kondisi keuangan yang harus dijaga, Juventus kini tampaknya tidak hanya mencari pemain untuk kebutuhan jangka pendek. Talenta muda dengan potensi berkembang menjadi bagian penting dari rencana klub.

Artinya, perubahan di Turin bukan sekadar tentang siapa yang akan didatangkan. Juventus juga sedang membangun pola baru dalam menemukan dan mengembangkan pemain di tengah tuntutan untuk tetap menjaga keuangan klub.

Penulis : Evelyn Ramadhani Wibowo 

Editor : M. Ainul Budi
berita juventus rumor juventus juventus news juventus