RADAR JEMBER - Stadion San Siro yang biasanya menjadi benteng angker bagi lawan, mendadak berubah menjadi panggung penuh nestapa bagi AC Milan saat menjamu wakil Portugal dalam laga pembuka kompetisi Eropa.
Harapan tinggi untuk memulai kampanye benua dengan kemenangan manis justru berujung pada kekecewaan mendalam bagi puluhan ribu Milanisti yang hadir langsung di tribun.
Milan memasuki pertandingan Liga Europa pertama musim ini dengan ambisi besar untuk memberikan pernyataan tegas di San Siro melawan Benfica.
Baca Juga: Laga Panas AS Roma vs Inter Milan Sudah Bisa Diprediksi Sejak Bulan Lalu?
Namun, satu-satunya pernyataan yang mereka buat adalah catatan negatif saat tim tamu pulang dengan kemenangan 2-0 yang meyakinkan.
Jakub Kamiński mengubah skor menjadi 2-0 di awal babak kedua dengan penyelesaian akhir yang tenang melalui skema serangan balik.
Setelah itu, tim asuhan Marco Silva berhasil menjaga jarak dengan Rossoneri dan mempertahankan keunggulan mereka hingga laga usai.
Baca Juga: Menang Telak dari Ipswich Town, Pemain Arsenal Ini Punya Kebanggaan Tersendiri
Alexis Saelemaekers berbicara kepada Sky sesaat setelah pelatih kepala Ruben Amorim memberikan penilaiannya mengenai malam yang sulit di depan lebih dari 65.000 penggemar.
Gelandang asal Belgia tersebut mengakui bahwa persiapan yang dilakukan tim sebenarnya sudah maksimal, namun ada elemen krusial yang hilang saat bertanding.
Saya pikir kami mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini, tetapi kami kekurangan determinasi dan keberanian. Kini kami harus duduk bersama pelatih untuk memahami apa yang salah dan memastikan kami tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Statistik menunjukkan bahwa Milan kini telah melewati lima pertandingan tanpa mencetak gol di babak pertama.
Banyak tim sekarang di babak pertama saling mempelajari satu sama lain untuk melihat bagaimana formasi mereka, tetapi itu tidak benar-benar berhasil bagi kami dalam pertandingan terakhir. Kami tidak punya alasan, kami adalah Milan dan kami harus mencetak gol. Kami harus bekerja lebih keras dan memastikan kami tidak terus mengulangi kesalahan ini.
Editor : M. Ainul Budi