RADAR JEMBER - Inter Milan mulai menemukan sosok penting baru di lini tengah. Curtis Jones perlahan naik dalam hierarki Cristian Chivu dan kini berpeluang mendapat kesempatan menjadi starter saat Nerazzurri menghadapi AS Roma di Olimpico pada pekan ke-5 Serie A 2026-27, Sabtu (19/9/26) pukul 23.00 WIB.
Menariknya, perjalanan Jones sebagai starter Inter sejauh ini langsung dimulai dari panggung besar. Gelandang asal Inggris tersebut menjalani debut sebagai starter ketika Inter bertandang ke Santiago Bernabéu menghadapi Real Madrid di Liga Champions.
Kini, hanya 11 hari setelah pertandingan tersebut, Jones berpeluang kembali dipercaya sejak menit pertama. Kali ini tantangannya adalah Roma di Olimpico.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Chivu sedang mempertimbangkan Jones untuk mengisi posisi mezzala kiri yang bergerak aktif dan kreatif.
“Jika starter pertamanya adalah di Bernabéu, pertandingan keduanya untuk Curtis Jones bisa saja berlangsung di Olimpico,” tulis Gazzetta.
Jones didatangkan Inter dari Liverpool dengan harapan dapat memberikan energi baru di lini tengah. Pada awal kedatangannya, ia masih harus beradaptasi dengan sistem permainan Chivu serta persaingan ketat di sektor tengah.
Baca Juga: Malen Gemilang dengan AS Roma, Arsenal, Chelsea dan Man City Mulai Melirik
Namun, perkembangannya mulai terlihat.
Ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 5-3 Inter atas Udinese, Jones dinilai mampu menjalankan instruksi dengan baik.
Ia terlihat nyaman dengan peran yang diberikan dan mulai menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi bagian penting dari proyek baru Inter.
Kondisi tersebut membuat persaingan di lini tengah semakin menarik.
Chivu memiliki sejumlah pilihan seperti Nicolo Barella, Henrikh Mkhitaryan, Piotr Zielinski, hingga Jones. Bahkan, menurut Gazzetta, Zielinski berpotensi lebih sering dimainkan sebagai regista atau gelandang yang berperan sebagai pengatur permainan.
Situasi itu bisa membuka ruang lebih besar bagi Jones untuk mendapatkan posisi mezzala.
Salah satu alasan yang membuat Jones menarik untuk pertandingan melawan Roma adalah karakter permainan yang dimilikinya.
Roma berada di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, pelatih yang dikenal dengan sistem permainan agresif serta tekanan tinggi. Menghadapi pendekatan seperti itu, Inter membutuhkan pemain tengah yang mampu bergerak, membawa bola, sekaligus keluar dari tekanan lawan.
Gazzetta menilai Jones merupakan tipe gelandang yang dapat memberikan karakter tersebut.
Namun, ada satu syarat penting: Jones harus mampu melewati tekanan pertama Roma.
Kemampuan Jones dalam menerima bola di ruang sempit, bergerak secara dinamis, serta membawa bola ke area yang lebih tinggi dapat menjadi salah satu senjata Inter untuk memecah tekanan.
Jika mampu melakukannya secara konsisten, peran Jones bukan hanya membantu Inter mempertahankan penguasaan bola, tetapi juga memungkinkan Nerazzurri mengubah fase bertahan menjadi serangan dengan lebih cepat.
Editor : M. Ainul Budi