RADAR JEMBER - Setelah menutup musim lalu sebagai tim dengan pertahanan terbaik kedua di Serie A di bawah Como, lini belakang Roma terus menunjukkan konsistensi.
Skuad asuhan Gian Piero Gasperini kini memiliki kedalaman yang semakin kuat setelah kedatangan Leonardo Balerdi dan Kostas Koulierakis, yang melengkapi barisan bek seperti Gianluca Mancini, Evan Ndicka, Mario Hermoso, dan Daniele Ghilardi.
Hasilnya terlihat jelas pada awal musim ini. Roma baru kebobolan satu gol dalam empat pertandingan Serie A, yakni gol Ederson ketika menghadapi Atalanta. Dalam tiga pertandingan lainnya, gawang Mile Svilar tetap bersih.
Baca Juga: Ini Calon Lawan Perdana Inter Milan di Coppa Italia 2026/2027
Jika dibandingkan dengan lima liga top Eropa, konsistensi Roma sejauh ini hanya mampu disamai oleh Arsenal. Klub asal London tersebut juga baru kebobolan satu gol dalam empat pertandingan pertama Premier League.
Di Bundesliga, Freiburg mencatat jumlah kebobolan yang sama, tetapi baru memainkan tiga pertandingan.
Sementara itu, di La Liga, Real Madrid dan Barcelona masing-masing sudah kebobolan empat gol.
Baca Juga: AS Roma Dapat Keuntungan Jelang Lawan Inter Milan?
Di Ligue 1, terdapat empat klub yang baru kemasukan dua gol. Catatan tersebut membuat Roma menjadi salah satu tim dengan pertahanan paling solid di antara kompetisi elite Eropa pada awal musim ini.
Kekuatan pertahanan Roma juga terlihat dari jumlah tembakan tepat sasaran yang berhasil diberikan kepada lawan. Berdasarkan data Sofascore, Giallorossi menempati posisi kedua di Serie A dengan hanya memberikan rata-rata 3 tembakan tepat sasaran per pertandingan.
Roma hanya kalah dari Como yang mencatat rata-rata 2,75 tembakan tepat sasaran lawan per laga. Di level lima liga top Eropa, Arsenal berada di posisi teratas dengan angka yang bahkan lebih rendah, yakni 2,25 tembakan tepat sasaran per pertandingan.
Di bawah mistar, Mile Svilar tetap menjadi sosok penting. Kiper asal Serbia tersebut beberapa kali menjadi penyelamat ketika pertahanan Roma berada dalam tekanan, menjaga keunggulan tim sekaligus mempertahankan konsistensi lini belakang.
Catatan tersebut akan kembali diuji pada pertandingan berikutnya. Roma dijadwalkan menghadapi Inter, yang sejauh ini sudah kebobolan enam gol dalam empat pertandingan awal musim. Perbedaan performa kedua lini belakang menjadi salah satu aspek menarik menjelang pertemuan kedua tim.
Editor : M. Ainul Budi