RADAR JEMBER - Cristian Chivu menilai Inter tampil baik saat menghadapi Udinese.
Sang pelatih mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, tetapi ia juga menegaskan bahwa mengambil risiko merupakan bagian dari identitas permainan timnya.
Pernyataan tersebut menjadi kunci untuk membaca performa Inter.
Sebab, sejumlah masalah yang terlihat saat menghadapi Udinese kembali memunculkan pertanyaan: apakah kesulitan tersebut memang konsekuensi yang tak terhindarkan dari gaya bermain agresif Inter, atau ada sesuatu yang perlu segera diperbaiki?
Baca Juga: Juventus Mulai Intip-intip Harga Untuk Noni Madueke
Data menunjukkan bahwa secara keseluruhan performa Inter masih berada dalam garis yang cukup konsisten dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Nerazzurri tetap menghasilkan volume serangan tinggi, menciptakan peluang berkualitas, serta mampu menjaga kehadiran kuat di wilayah pertahanan lawan.
Namun, terdapat dua perbedaan menarik.
Pertama, Inter terlihat lebih banyak menguasai wilayah permainan. Tim Chivu mampu menempatkan lebih banyak pemain di area lawan dan mempertahankan tekanan.
Kedua, justru terjadi penurunan dalam hal progresi bola. Artinya, meski Inter menguasai lebih banyak wilayah, mereka tidak selalu mampu membuat bola bergerak maju dengan efektivitas yang sama seperti biasanya.
Baca Juga: Pilih Bertahan di Como dan Tak Kembali ke Real Madrid, Jadi Keputusan Tepat Nico Paz
Di sinilah persoalan Inter mulai terlihat.
Menguasai wilayah tidak selalu berarti mampu memecah pertahanan lawan.
Inter bisa berada lebih lama di area ofensif, tetapi jika sirkulasi bola tidak cukup progresif, serangan dapat menjadi lebih mudah dibaca dan transisi negatif pun berpotensi menghadirkan risiko.
Chivu memang menginginkan timnya berani mengambil risiko. Namun, tantangannya adalah menemukan batas antara risiko yang menjadi identitas permainan dan risiko yang justru membuka celah bagi lawan.
Kemenangan atas Udinese tetap menjadi hasil penting. Tetapi bagi Inter, pertandingan ini juga memberikan bahan evaluasi: bagaimana mempertahankan agresivitas, menguasai wilayah lawan, sekaligus membuat progresi bola kembali lebih tajam.
Editor : M. Ainul Budi