RADAR JEMBER - Investasi besar senilai 70 juta Euro untuk Goncalo Ramos kini sedang berada di bawah mikroskop tajam seiring hilangnya ketajaman sang striker setelah gol pembuka kontra Venezia.
Sejak menggetarkan jala Venezia pada laga kandang pertama, Ramos seolah terputus dari suplai bola yang memadai saat menghadapi tembok pertahanan Juventus dan Lazio.
Statistik menunjukkan fakta mengkhawatirkan di mana penyerang asal Portugal ini hanya mampu melepaskan satu tembakan melenceng dalam dua laga tandang terakhirnya.
Baca Juga: Tiga Pemain AS Roma Dipanggil Timnas Argentina, Tak Ada Nama Dybala?
Kemandulan ini bukan sekadar masalah penyelesaian akhir yang buruk, melainkan gejala dari isolasi taktis yang membuatnya jarang menyentuh bola di area berbahaya. Masalah struktural ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Ruben Amorim yang harus segera menemukan solusi demi membenarkan label harga selangit sang pemain.
Amorim kini merancang transformasi formasi untuk menempatkan pemain dengan kemampuan interaksi jarak pendek lebih dekat di sekitar posisi Ramos.
Christian Pulisic dan Omari Hutchinson diprediksi akan ditarik lebih merapat ke koridor tengah untuk memberikan opsi umpan terobosan yang lebih variatif.
Baca Juga: Pemain Inter Milan Ini Akhirnya Dipanggil Timnas Jerman
Selain perubahan posisi pemain, Amorim juga menuntut adanya perubahan sikap kolektif tim untuk lebih agresif masuk ke dalam kotak penalti lawan.
“Gonçalo akan berkembang, tapi ini tentang membawa lebih banyak pemain mendekati kotak penalti. Kami bisa menguasai bola, namun jika jauh dari kotak penalti, semuanya sulit bagi Ramos,” ujar Amorim setelah hasil imbang kontra Lazio. Laga pembuka Liga Europa melawan mantan klubnya, Benfica, menjadi panggung emosional sekaligus teknis yang tepat bagi Ramos untuk bangkit.
Editor : M. Ainul Budi