RADARJEMBER – Kabar dibukanya Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton bukan hanya ditunggu pengendara mobil pribadi.
Kendaraan angkutan barang juga bakal mendapat jalur alternatif ketika ruas tol tersebut mulai difungsikan.
Namun, ada satu aturan yang harus diperhatikan, pengemudi Truk dan trailer diperbolehkan melintas kecuali kendaraan yang masuk kategori over dimension over load (ODOL) bakal ditolak.
Ruas Tol Prosiwangi seksi 1 dan 2 tersebut rencananya dibuka selama 14 hari secara gratis. Pengoperasiannya juga dirancang berlangsung selama 24 jam.
Manajer Operasi PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi (JPB) Nadila Sevitria mengatakan, pengelola akan melakukan penyaringan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan.
“Kami bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Kendaraan yang melanggar tidak akan diizinkan masuk,” tegas Nadila dilansir dari sejumlah awak media, (10/9/2026).
Aturan tersebut berlaku meskipun selama masa fungsional pengguna jalan belum dikenai tarif, rrtinya, status gratis tidak membuat seluruh kendaraan bebas masuk tanpa pemeriksaan.
Baca Juga: Kabar Gembira Untuk Pengendara: Tol Prosiwangi Siap Dibuka 24 Jam, Ini Detail dan Jadwalnya
Pengelola memperkirakan sekitar 5.000 kendaraan per hari bakal menggunakan ruas Gending-Kraksaan-Paiton ketika dibuka.
Dengan operasional 24 jam, keberadaan tol tersebut diharapkan mampu membagi beban lalu lintas yang selama ini bertumpu pada jalur arteri Probolinggo-Paiton.
Ruas sepanjang sekitar 24,08 kilometer tersebut terdiri atas Seksi 1 Gending-Kraksaan dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton. Secara konstruksi, keduanya telah rampung 100 persen.
Sistem transaksi dan pengaturan lalu lintas juga sudah disiapkan. Bahkan, ruas tersebut sebelumnya telah beberapa kali digunakan secara fungsional, termasuk ketika periode Lebaran.
Kehadiran jalur baru ini menjadi semakin penting karena jalur arteri di kawasan Pajarakan bakal menghadapi pekerjaan rehabilitasi Jembatan Pajarakan.
Tol kemudian disiapkan sebagai salah satu alternatif untuk menjaga mobilitas kendaraan tetap berjalan.
Dengan demikian, pengemudi truk yang biasanya melintasi jalur Pantura nantinya memiliki pilihan rute, dengan syarat kendaraan harus memenuhi ketentuan dimensi dan muatan sebelum diperbolehkan memasuki tol.
Sementara itu, pembukaan Gending-Kraksaan-Paiton belum berarti seluruh jalur Prosiwangi sudah tersambung hingga Banyuwangi.
Ruas Paiton-Besuki masih dalam tahap persiapan dan menjalani uji laik fungsi dan operasi. Secara keseluruhan, Jasa Marga menargetkan Tol Probolinggo-Banyuwangi mulai beroperasi pada awal 2027.
Penulis: Selly Azizatul Imania