RADAR JEMBER - Niccolò Pisilli menjadi penentu kemenangan AS Roma atas Torino setelah mencetak gol kedua pada menit ke-93. Namun, pemain muda Giallorossi itu justru tidak bisa merayakan golnya dengan maksimal karena mengalami kram parah di betis sesaat setelah melepaskan tembakan.
Roma menang 2-0 di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (14/9/2026), lewat gol Donyell Malen pada babak pertama dan Pisilli di penghujung pertandingan. Hasil tersebut membuat Roma menyapu bersih empat laga awal Serie A dengan kemenangan.
Baca Juga: Meski Kalah Lawan AS Roma, Kiper Torino Makin Nyaman di Italia
Pisilli mengaku sempat ingin melakukan selebrasi setelah memastikan kemenangan Roma, tetapi kram membuatnya langsung kesulitan berdiri.
“Setelah mencetak gol, saya ingin melakukan sedikit selebrasi, tetapi betis saya mengalami kram yang sangat parah. Saya ingin tetap berdiri, tetapi tidak bisa,” ujar Pisilli selepas pertandingan.
Momen tersebut bahkan menjadi pemandangan unik di lapangan. Rekan-rekannya harus menghampirinya ketika Pisilli masih berusaha mengatasi kram setelah mencetak gol penting bagi Roma.
Puji kontribusi Malen
Pisilli juga memberikan pujian kepada Malen yang kembali mencetak gol dan melanjutkan performa impresifnya bersama Roma.
Baca Juga: Juventus Krisis Kapten Sejati? Tak Ada yang Bisa Kendalikan Ruang Ganti
“Dia memberikan dampak luar biasa sejak datang. Kami berharap dia terus mencetak semua gol ini karena dia selalu memberikan bantuan besar kepada kami,” kata Pisilli.
Gol Malen ke gawang Torino kembali menunjukkan betapa pentingnya kontribusi striker asal Belanda tersebut dalam awal musim Roma. Pisilli pun ikut memberikan kontribusi dari lini tengah lewat gol penutup yang memastikan tiga poin.
Sebelumnya, Pisilli juga menjelaskan arahan Gasperini saat jeda pertandingan. Roma memang tampil lebih agresif setelah turun minum dan mulai memberikan tekanan lebih tinggi kepada Torino.
“Torino adalah tim yang bagus. Pada awal pertandingan kami harus menemukan cara untuk menghadapi mereka. Setelah itu kami mulai menemukan ritme dan lebih sering merebut bola di area depan, sehingga kami menjadi lebih berbahaya,” jelasnya.
“Kami harus terus seperti ini, terus menekan dan membuat mereka kesulitan.”
Kemenangan tersebut memperpanjang start sempurna Roma di Serie A. Selain mempertahankan efektivitas di depan gawang, Giallorossi juga menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan intensitas permainan ketika menghadapi lawan yang memberi perlawanan ketat.
Editor : M. Ainul Budi