RADAR JEMBER - Mantan pemain AC Milan yang kini menjadi Pelatih Torino, Ignazio Abate, menilai timnya menunjukkan perkembangan positif pada babak kedua saat menghadapi AS Roma.
Meski kalah 0-2 di Stadion Olimpico Grande Torino, Abate tetap mengapresiasi para pemainnya yang mampu bertahan dalam pertandingan dan tidak mengubah karakter permainan.
Menurutnya, kelemahan utama Torino adalah gagal memaksimalkan peluang saat menghadapi tim dengan kualitas seperti Roma. Gol kedua yang dicetak Niccolò Pisilli pada menit ke-93 juga menjadi penyesalan tersendiri.
Baca Juga: Meski Kalah Lawan AS Roma, Kiper Torino Makin Nyaman di Italia
Torino tampil lebih baik setelah jeda
“Kami pasti bisa mengambil sisi positif dari babak kedua yang sangat baik dari tim. Namun, melawan tim-tim besar, Anda harus berusaha mencetak gol ketika mendapatkan kesempatan,” ujar Abate kepada DAZN.
“Sayang kami kebobolan gol kedua, tetapi para pemain selalu tetap berada dalam pertandingan dan tidak kehilangan identitas mereka.”
Setelah tertinggal akibat gol Donyell Malen pada babak pertama, Torino memang tampil lebih agresif selepas jeda. Mereka mencoba meningkatkan tekanan dan menciptakan beberapa peluang, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Roma.
Kondisi tersebut kembali memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim. Roma mampu memanfaatkan peluang yang didapat dan akhirnya mengunci kemenangan lewat gol Pisilli di masa injury time.
Baca Juga: Juventus Krisis Kapten Sejati? Tak Ada yang Bisa Kendalikan Ruang Ganti
Bragança mulai menemukan ritme
Abate juga memberikan penilaian positif terhadap penampilan Bragança yang tampil lebih menonjol pada babak kedua. Sang pelatih menilai gelandang tersebut memiliki kualitas dan kepribadian yang dibutuhkan Torino.
“Dia adalah pemain penting bagi kami, memiliki kepribadian dan kualitas. Dia tidak mengikuti pemusatan latihan pramusim, dan baru sekitar 15 hari bersama kami,” jelas Abate.
“Setelah jeda internasional, saya yakin dia akan siap.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Abate masih melihat ruang besar untuk perkembangan Bragança. Dengan kondisi fisik yang semakin baik, kontribusinya di lini tengah diharapkan meningkat dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Simeone tampil dengan menahan rasa sakit
Abate juga memuji Giovanni Simeone yang tetap tampil maksimal meski mengalami masalah pada punggung.
“Simeone adalah seorang pemimpin. Dia bertahan dan terus bermain meski merasakan sakit,” kata Abate.
“Pada babak pertama kami tidak cukup baik dalam memberinya servis. Pada babak kedua dia membantu kami keluar dari tekanan. Saya berharap dia segera mencetak gol.”
Meski Torino gagal mendapatkan poin, Abate melihat karakter positif dari timnya. Performa pada babak kedua menjadi modal penting bagi Torino untuk berkembang, sementara efektivitas di depan gawang menjadi aspek yang harus segera diperbaiki saat menghadapi lawan dengan kualitas seperti Roma.
Editor : M. Ainul Budi