RADAR JEMBER - Inter Milan kini memiliki mini-koloni pemain Inggris setelah kedatangan Curtis Jones, John Stones, dan Djed Spence.
Dalam sejarah 118 tahun klub, sebelumnya hanya Gerry Hitchens, Paul Ince, dan Ashley Young yang pernah mengenakan seragam Nerazzurri.
Kehadiran ketiganya membuat jumlah pemain Inggris di Inter bertambah dua kali lipat. Mereka datang dari klub-klub papan atas Premier League dan membawa pengalaman dari kompetisi dengan kualitas tertinggi di Inggris.
Baca Juga: Analisa Kemenangan Tipis Juventus: Bremer Jadi Pahlawan Turin
Namun, Inter tidak mendatangkan ketiganya dengan tuntutan langsung menjadi pemain utama. Target utama adalah berintegrasi dengan skuad dan membantu Cristian Chivu menjaga kualitas tim ketika harus menjalani jadwal padat di Serie A, Liga Champions, maupun kompetisi lainnya.
STONES, PEMIMPIN DARI JANTUNG PERTAHANAN
John Stones diproyeksikan menjadi sosok penting di lini belakang. Pengalamannya bersama Manchester City membuatnya terbiasa bermain dalam sistem yang menuntut kemampuan bertahan sekaligus membangun serangan dari belakang.
Stones telah mencatat 62 penampilan di Liga Champions bersama City dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan trofi tersebut pada 2023.
Di Inter, tugas utamanya tetap bertahan. Kemampuan Stones dalam mengatur permainan dari belakang menjadi nilai tambah, tetapi konsentrasi akan menjadi kunci. Terlebih, Lautaro Martinez pernah merasakan sendiri bagaimana penyerang dapat mengeksploitasi celah di belakang sang bek ketika Argentina menghadapi Inggris di Piala Dunia.
Baca Juga: Fabrizio Romano: Inter Milan Masih Menjelajah Bursa Penyerang, Cari Peluang yang Tepat
SPENCE, PENERUS DUMFRIES?
Djed Spence datang dengan karakter berbeda. Pemain yang direkrut dari Tottenham tersebut diproyeksikan mengisi posisi yang sebelumnya menjadi wilayah Denzel Dumfries.
Spence dapat bersaing dengan Diouf di sisi kanan. Namun, ia juga memiliki pengalaman bermain di sisi kiri dan bisa menjadi alternatif untuk memberikan waktu istirahat kepada Federico Dimarco.
Inter tidak ingin terburu-buru membandingkan Spence dengan Dumfries. Adaptasi terhadap sepak bola Italia, sistem permainan Chivu, serta tuntutan taktik Nerazzurri membutuhkan waktu.
JONES, KARTU MULTIFUNGSI CHIVU
Sementara itu, Curtis Jones menawarkan fleksibilitas di lini tengah. Pemain yang datang dari Liverpool itu memiliki kemampuan bermain di berbagai posisi dan dapat memberikan energi tambahan melalui pergerakan tanpa bola, penetrasi, maupun kontribusi dalam fase bertahan.
Jones telah mengoleksi 28 penampilan di Liga Champions sejak 2021 bersama Liverpool. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk Inter yang menargetkan perjalanan jauh di Eropa.
Ketiganya memiliki karakter berbeda, tetapi tujuan mereka sama: membantu Inter memiliki kedalaman skuad yang lebih kuat.
Editor : M. Ainul Budi