RADAR JEMBER - Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, akhirnya memberikan penjelasan di balik keputusannya untuk tidak memasukkan nama Luka Modric ke dalam starting XI saat menghadapi Torino di laga pembuka Serie A.
Milan memulai musim mereka dengan ujian yang di atas kertas sangat berat.
Hanya dua kali dalam 13 lawatan terakhir ke Stadio Olimpico Grande Torino yang membuahkan tiga poin penuh bagi Rossoneri, meskipun salah satunya terjadi pada comeback gemilang musim lalu dari ketertinggalan dua gol.
Baca Juga: Analisa Kemenangan Tipis Juventus: Bremer Jadi Pahlawan Turin
Tidak lama sebelum pertandingan dimulai, Amorim berbicara kepada Sky Sports untuk memberikan pemikirannya menjelang pertandingan Serie A pertama yang ia pimpin. Ia tak bisa menutupi perasaannya ketika ditanya mengenai antusiasmenya dan makna kehadiran para Milanisti.
“Ada antusiasme yang besar dan juga sedikit kecemasan. Kami telah bekerja dengan baik dan kami ingin menang. Saya tahu para penggemar AC Milan, saya telah melihat mereka sejak saya masih kecil, dan merupakan sebuah impian untuk berada di sini. Saya merasakan tanggung jawab yang besar.”
Baca Juga: Fabrizio Romano: Inter Milan Masih Menjelajah Bursa Penyerang, Cari Peluang yang Tepat
Mengenai debut striker mahal mereka, Goncalo Ramos, Amorim memilih pendekatan yang santai.
Ia mengaku tidak membebani mantan pemain PSG tersebut dengan instruksi yang rumit: “Saya tidak mengatakan apa pun secara khusus kepadanya, saya menyuruh semua orang untuk memainkan permainan mereka dan bersenang-senang.”
Pertanyaan terbesar dari para pendukung tentu saja tertuju pada absennya Luka Modric dari susunan sebelas pemain pertama, dan posisinya yang digantikan oleh Yunus Musah.
Amorim dengan cepat meluruskan bahwa ini bukanlah soal siapa yang lebih superior secara taktik sejak awal, melainkan soal manajemen kebugaran dan memanfaatkan momentum pertandingan dengan tepat.
“Kita perlu memahami bahwa permainan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi starter. Musah bermain dengan baik, tetapi Modric belum memiliki (kebugaran untuk bermain) 90 menit di kakinya. Pengalamannya akan berguna di akhir pertandingan.”
Penjelasan Amorim ini pada akhirnya terbukti sangat akurat dan visioner.
Masuk di pertengahan babak kedua, Modric yang tampil lebih bugar mampu mengendalikan ritme dan bahkan menginisiasi serangan yang berujung pada gol kemenangan yang dicetak oleh Adrien Rabiot.
Editor : M. Ainul Budi