RADAR JEMBER - Andy Diouf mengawali musim baru Serie A dengan penampilan yang membuat para pendukung Inter Milan kembali optimistis.
Bermain sebagai wing-back kanan, posisi yang sebenarnya bukan peran naturalnya, Diouf tampil luar biasa ketika Inter menghancurkan Monza 4-1 pada pekan pembuka Serie A 2026/27.
Pemain asal Prancis tersebut bukan hanya tampil aktif sepanjang pertandingan, tetapi juga mencatat dua assist yang berkontribusi langsung terhadap kemenangan Nerazzurri.
Baca Juga: Ini Statistik Kemenangan Inter Milan 4-1 dari Monza
Pada laga pembuka musim ini (2026/27) melawan Monza, Diouf dipercaya tampil sebagai starter.
Ia tidak hanya bermain baik, tetapi menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam kemenangan Inter.
Dua assist, pergerakan agresif, dan kontribusi besar dalam serangan membuat Diouf sebagai pemain terbaik di laga ini.
Chivu Membuat Diouf Memainkan Peran Baru.
Salah satu alasan transformasi Diouf adalah keputusan Cristian Chivu untuk mengubah perannya.
Keputusan Chivu mulai membuahkan hasil.
Baca Juga: Jayden Oosterwolde Siap Ditinggalkan Fenerbahce, Opsi Pembelian Langsung Disiapkan AS Roma
Dalam pertandingan melawan Monza, Diouf terlibat langsung dalam dua gol Inter.
Assist pertama menghasilkan gol spektakuler Hakan Calhanoglu pada babak pertama.
Diouf menerima bola di sisi kanan sebelum mengirimkan umpan tarik yang diselesaikan Calhanoglu dengan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Pada babak kedua, kontribusinya kembali muncul.
Perkembangan Diouf menarik perhatian Fabrizio Biasin.
Melalui sebuah unggahan di X, jurnalis tersebut membandingkan dua debut Diouf bersama Inter.
Biasin menulis:
“Pekan pertama 25/26: Andy Diouf melakukan debut pada menit ke-79, melakukan kesalahan dalam hampir segala hal dan dicap sebagai ‘tidak cocok’. Pekan pertama 26/27: Andy Diouf bermain luar biasa, memberikan dua assist dan menjadi pusat perhatian,” ujar Biasin.
Kemudian Biasin memberikan kesimpulan yang sangat menarik:
“Siapa yang memiliki bakat hanya membutuhkan waktu. Dan seorang pelatih yang bagus.”
Editor : M. Ainul Budi