RADAR JEMBER - AC Milan dilaporkan telah lama membidik bakat muda Arsenal, Ethan Nwaneri. Kini, peluang terealisasinya transfer tersebut mendadak terbuka lebar setelah sikap klub asal London Utara itu mulai melunak terkait masa depan sang pemain.
Dalam beberapa pekan terakhir, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Rossoneri sangat mendesak membutuhkan sosok gelandang serang berkaki kiri untuk mengisi posisi nomor 10.
Baca Juga: Update Transfer Curtis Jones: Sudah Tahap Akhir ke Inter Milan, Tinggal Tes Medis?
Meski sejumlah nama target telah dikejar dan beberapa di antaranya gagal didapatkan, opsi untuk mengamankan Ethan Nwaneri rupanya masih terbuka cukup lebar.
Menurut laporan terbaru dari BBC, pihak The Gunners kini mulai terbuka terhadap potensi kepergian sang pemain. Kendati demikian, Arsenal lebih memprioritaskan skema tawaran pinjaman murni tanpa opsi pembelian permanen untuk winger muda asal Inggris tersebut.
Langkah penjualan secara permanen dinilai kurang menguntungkan dari sudut pandang Arsenal—sebuah kondisi yang berpotensi membuat manajemen Rossoneri harus berpikir dua kali.
Baca Juga: AS Roma Mulai Perlambat Buruan Fofana, Nama Pemain Inter Milan Ini Kembali Mencuat!
Berdasarkan laporan dari Italia, pihak AC Milan dalam beberapa pekan terakhir memang tengah aktif mengevaluasi skema peminjaman yang disertai dengan opsi pembelian.
Namun, kubu San Siro mungkin memandang skema pinjaman murni kurang memberi keuntungan jika tanpa adanya jaminan kepastian kepemilikan di masa depan.
Pihak Arsenal sendiri menyadari betul bahwa Nwaneri sangat membutuhkan menit bermain yang lebih banyak demi perkembangannya, sehingga mereka tidak menutup pintu keluar.
Hanya saja, kesepakatan tersebut kemungkinan besar tidak akan berjalan sesuai skema ideal yang diharapkan Milan pada bursa transfer musim panas ini.
Namun ada satu hal penting yang patut dicermati: laporan tersebut juga menambahkan bahwa apabila Arsenal menerima proposal tawaran yang angkanya jauh melampaui valuasi mereka untuk sang gelandang serang, The Gunners bisa saja terpaksa mempertimbangkan ulang keputusan mereka.
Editor : M. Ainul Budi