Radar Jember - Hubungan Kim Da-in dan Megawati Hangestri Pertiwi resmi memasuki babak baru. Sebelumnya kedua pevoli ini berdiri di kubu berlawanan dan saling berhadapan di V-League.
Kini keduanya dituntut membangun chemistry sebagai tandem di Hyundai Hillstate untuk menyongsong musim 2026/2027. Perubahan peran tersebut menempatkan Kim Da-in sebagai pemegang kunci penting dalam skema permainan Megawati.
Sebagai setter, pemain kelahiran 15 Oktober 1998 tersebut harus mampu membaca situasi lapangan sekaligus memahami pola serangan Megawati yang berposisi sebagai opposite.
Baca Juga: Megawati Hangestri Tempel Ketat Gyselle Silva di Prediksi Top Skor V-League 2026/2027!
Sebaliknya, Megawati pun wajib menyelaraskan diri dengan karakter umpan Kim Da-in. Keduanya perlu menemukan ritme permainan yang presisi agar bola yang disalurkan sang setter dapat dieksekusi Megawati menjadi senjata pemungkas di depan net.
Dari Lemparan Rivalitas hingga Jadi Rekan Tim
Sosok Megawati sebenarnya bukan nama asing bagi Kim Da-in. Sebelum mendarat di Hyundai Hillstate, pevoli yang dijuluki "Megatron" tersebut telah menghabiskan dua musim membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Dalam rentang waktu tersebut, Megawati berkali-kali berduel melawan Hillstate. Kim Da-in pun berada di posisi seberang net sebagai pengatur serangan utama klub asal Suwon tersebut.
Bahkan, terdapat momen ikonik ketika Kim Da-in harus merasakan langsung dahsyatnya gempuran Megawati. Pukulan keras dari pemain asal Indonesia itu sempat membuat Kim Da-in tersungkur saat keduanya masih menjadi rival di lapangan.
Kini, peta situasi berbalik 180 derajat. Kim Da-in tak lagi bertugas menghentikan smash Megawati. Sebaliknya, ia harus menyuplai umpan-umpan matang agar Megawati dapat menembus benteng pertahanan lawan sekaligus mendulang poin demi poin bagi Hillstate.
Tantangan Membangun Koneksi Setter dan Opposite
Dinamika hubungan ini menjadikan chemistry antara Kim Da-in dan Megawati sebagai salah satu sorotan paling menarik pada V-League 2026/2027.
Sebagai opposite, Megawati sangat bergantung pada pasokan bola akurat demi mengoptimalkan daya gedornya. Sementara itu, setter mengemban tugas krusial menentukan arah serta tempo serangan sesuai dinamika pertandingan.
Oleh sebab itu, Kim Da-in dituntut paham betul kapan Megawati membutuhkan umpan tinggi, umpan cepat, maupun bola-bola dalam situasi sulit. Megawati juga harus menghafal pola umpan khas milik Kim Da-in.
Apabila mampu menemukan koneksi dengan cepat, duet ini berpotensi menjadi senjata mematikan bagi Hillstate.
Baca Juga: Adu Gengsi Dua Senjata V-League: Menanti Panasnya Duel Megawati Hangestri vs Viktoriia Danchak
Pengalaman dan Persaingan Posisi Setter
Megawati sendiri berbekal pengalaman matang selama dua musim berlaga di Liga Voli Korea. Ia telah memahami atmosfer kompetisi, gaya bertanding lawan, hingga tekanan tinggi sebagai legiun asing.
Kendati demikian, modal pengalaman tersebut tidak otomatis membuat chemistry dengan setter terbentuk secara instan. Komunikasi intensif dan pengulangan (repetisi) dalam porsi latihan tetap menjadi kunci utama.
Menariknya, Kim Da-in bukanlah satu-satunya pengatur serangan yang dimiliki Hillstate. Klub Suwon ini juga mengantongi dua setter lain, yakni Kim Sa-rang dan Koo Sol. Persaingan ketat di posisi setter memaksa Kim Da-in untuk terus konsisten tampil apik demi mengunci posisi utama.
Jika Kim Da-in berhasil mengamankan peran pengatur serangan utama, kolaborasinya dengan Megawati diprediksi bakal menjadi fondasi permainan Hillstate.
Kombinasi Baru Pembangkit Kekuatan Hillstate
Hyundai Hillstate sendiri sangat membutuhkan amunisi baru setelah gagal mengamankan gelar juara dalam dua musim terakhir. Kombinasi pilar lokal berpengalaman dengan dua legiun asing—Megawati dan Jordan Wilson—menjadi strategi utama klub dalam membangun kembali kejayaan tim.
Bagi Megawati, kehadiran setter yang mampu membaca pergerakannya akan menjadi faktor penting untuk memaksimalkan kontribusi di lapangan. Sementara bagi Kim Da-in, Megawati menyajikan variasi serangan berkarakter beda yang sanggup menjadi pembeda saat tim berada di bawah tekanan lawan.
Takdir perjalanan Kim Da-in dan Megawati kini benar-benar berbalik. Bila dahulu jemari Kim Da-in sibuk merancang pertahanan untuk meredam gempuran Megawati, kini jemari yang sama justru menjadi penyalur bola utama yang dibutuhkan Megawati untuk menghancurkan benteng lawan.
Berubah status dari lawan menjadi kawan di Hyundai Hillstate, chemistry Kim Da-in dan Megawati Hangestri bakal menjadi salah satu kolaborasi yang paling ditunggu di V-League 2026/2027.
Jika keterpaduan keduanya lekas terbentuk, Hillstate tak sekadar mendapatkan pasangan setter dan opposite tangguh, tetapi juga perpaduan taktis yang sanggup mengubah peta kekuatan serangan mereka musim depan.
Editor : Imron Hidayatullahh