RADAR JEMBER - Pertandingan uji coba pramusim yang menyajikan drama tinggi tersaji saat Borussia Dortmund menjamu AS Roma. Laga berakhir imbang dengan skor 2-2, menyisakan deretan catatan penting dari momen terbaik hingga performa terburuk yang ditunjukkan anak-asuh Gian Piero Gasperini di atas lapangan.
MOMEN TERBAIK AS ROMA
Paulo Dybala Dalam Performa Terbaik: Dybala kembali membuktikan kelasnya sebagai pemain paling berkualitas di skuad Giallorossi. Ketika berada dalam kondisi puncak, ia selalu mampu bersinar.
Malam ini ia tampil luar biasa dan mencetak gol pembuka. Roma berharap Dybala mampu menjaga konsistensi sepanjang musim, karena perannya benar-benar tidak tergantikan—hampir seluruh peluang berbahaya Roma berawal dari kakinya.
10 Menit Pertama yang Memukau: Inilah gambaran paling meyakinkan dari Roma ala Gasperini. Dua gol dalam 10 menit pertama serta kombinasi permainan satu sentuhan sempat membuat Dortmund terkejut.
Pressing tinggi, permainan vertikal, dan hasrat untuk terus memburu gol memperlihatkan secara jelas visi permainan yang diinginkan Gasperini. Ini menjadi 10 menit terbaik Roma dalam pertandingan.
Potensi Besar Pemain Muda Lulii: Pemain muda ini menunjukkan bakat serta karakter yang menjanjikan.
Meski tak banyak melakukan aksi spektakuler, Lulii tampil penuh rasa percaya diri, dibekali kecepatan dan kemampuan mengatasi tekanan pertandingan level tinggi. Di tangan dingin Gasperini, Lulii berpotensi berkembang menjadi pemain utama yang sesungguhnya.
Hasil Imbang Penambah Kepercayaan Diri: Skor imbang 2-2 di markas Dortmund memberikan optimisme baru.
Baca Juga: Pertahanan Man United Berantakan Diacak-acak Milan, Carrick Buka Suara
Meski sempat melewati periode sulit, Roma memperlihatkan banyak aspek positif dan terus berusaha memenangkan laga, khususnya pada babak kedua. Usai kekalahan 0–3 dari Brighton, hasil imbang ini sangat penting untuk mengembalikan mental bertanding sebelum berlaga di pekan pembuka Serie A menghadapi Fiorentina.
MOMEN TERBUROK AS ROMA
Malam Kelam Rensch: Bukan malam yang menyenangkan bagi Rensch. Di babak pertama, ia gagal mengonversi peluang emas di depan gawang usai menerima umpan manis dari Donyell Malen.
Tak hanya itu, penampilannya saat bertahan kurang meyakinkan dan kesalahannya berandil pada terciptanya salah satu gol Dortmund. Secara keseluruhan, performanya kurang memuaskan akibat kesalahan di momen-momen krusial.
El Aynaoui Belum Memberi Dampak: Di lini tengah, El Aynaoui masih minim pengaruh. Permainannya dinilai terlalu akademis—tidak banyak membuat kesalahan, tetapi belum menghadirkan dampak nyata.
Baca Juga: Analisa Kemenangan Inter Milan 1-0 dari Real Betis: John Stones Langsung Nyetel
Kontras dengan Manu Koné yang memberikan bobot berbeda saat masuk, serta Bryan Cristante yang tampil sangat baik. El Aynaoui masih perlu mendongkrak intensitas, keberanian, dan karakter bermainnya.
Rapuhnya Fase Bertahan: Sektor pertahanan Roma masih memperlihatkan kelemahan mencolok. Meski menghadapi tim sekelas Borussia Dortmund, masih terdapat celah dalam membaca pergerakan lawan serta melakukan tindakan defensif. Roma dinilai terlalu mudah memberikan ruang bebas bagi lawan untuk menciptakan bahaya.
Editor : M. Ainul Budi