RADAR JEMBER - Ruben Amorim tak datang ke Milanello hanya untuk melatih. Dalam jeda pramusim antara Milanello, Australia, dan Indonesia, pelatih asal Portugal itu memanfaatkan waktu untuk membedah ruang ganti AC Milan dari dalam.
Bukan soal taktik saja. Amorim mengamati perilaku, sikap, komitmen, hingga siapa yang memberi pengaruh positif dan negatif di dalam kelompok.
Baca Juga: Marcus Rashford Lakoni Comeback di MU, Tampil 29 Menit Lawan AC Milan Bikin Melongo
Hasilnya tegas.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, keputusan mengisolasi Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, dan Christopher Nkunku bukan murni karena alasan teknis-taktis. Ini adalah penilaian karakter.
Tomori dan Fofana dinilai memiliki masalah yang sama: minim fokus pada sepak bola dan dicap sebagai “agen pengganggu” di dalam ruang ganti. Kehadiran mereka dianggap tidak sehat bagi dinamika tim.
Untuk Nkunku, masalahnya ada di lapangan. Amorim menuntut intensitas dan komitmen total dalam setiap sesi latihan. Namun sang pelatih menilai pemain asal Prancis itu terlalu sering “absen secara mental” dan terlihat lemah saat berlatih.
Baca Juga: AS Roma Kembali Incar Teun Koopmeiners dari Juventus?
Kasus Odogu berbeda. Ia butuh menit bermain dan saat ini belum dianggap siap bersaing di skuad utama Milan.
Satu hal yang jelas dari Amorim: ia menginginkan revolusi total. Tidak ada tempat bagi pemain yang tidak menunjukkan keterlibatan dan konsentrasi penuh.
Editor : M. Ainul Budi