RADAR JEMBER - Media terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport, memberikan sorotan tajam terhadap kondisi sektor bek sayap (wing-back) AC Milan.
Posisi ini dilaporkan masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat krusial bagi pelatih Rúben Amorim menjelang bergulirnya musim kompetisi baru.
Sektor wing-back memang selalu menjadi elemen vital dalam skema dan filosofi permainan Rúben Amorim—baik saat ia meraih kejayaan bersama Sporting CP, maupun ketika menghadapi periode sulit di Manchester United.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pergerakan konkret di bursa transfer untuk memperkuat posisi tersebut.
Baca Juga: AS Roma Kembali Incar Teun Koopmeiners dari Juventus?
Elemen Krusial Formasi 3-4-2-1
Berdasarkan hasil analisis La Gazzetta dello Sport, dalam formasi 3-4-2-1 andalan Amorim, peran wing-back bertindak sebagai sumber utama kekuatan menyerang sekaligus penjaga keseimbangan tim.
Hal inilah yang menjadikan posisi tersebut sebagai pondasi paling krusial dalam skema taktiknya.
Namun masalah besar menghampiri AC Milan: Amorim justru mengalami krisis tipe pemain yang sesuai dengan kualifikasi tersebut di dalam skuadnya saat ini.
Dilema Sisi Kanan: Saelemaekers vs Chukwueze
Di sektor kanan, ketika musim lalu berakhir, publik dan manajemen secara otomatis mengasumsikan Alexis Saelemaekers bakal mempertahankan posisinya. Pemain asal Belgia tersebut dinilai memiliki karakteristik ideal sebagai pemain dua arah (box-to-box) dengan kemampuan teknis yang ciamik untuk memenuhi kebutuhan Amorim.
Namun, kembalinya Samuel Chukwueze mulai membuka peta persaingan baru. Pemain asal Nigeria itu kini dipertimbangkan untuk mengisi peran baru sebagai wing-back, bukan lagi sekadar penyerang sayap atau playmaker.
Chukwueze mungkin tidak akan mendapatkan banyak kesempatan dalam skema 3-5-2 milik pelatih sebelumnya, Massimiliano Allegri.
Namun di bawah sistem baru rakitan Amorim, ia justru berpotensi besar tampil sebagai starter di sisi kanan.
Editor : M. Ainul Budi