RADAR JEMBER - Gelombang kejutan luar biasa melanda panggung sepak bola Italia.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, baru saja melontarkan pernyataan yang sangat berani dan menantang terkait aturan ketat Financial Fair Play (FFP). Pernyataan kontroversial ini mencuat setelah sejumlah media Italia menyoroti aktivitas belanja Como yang dinilai terlampau jor-joran selama tiga tahun terakhir.
Klub yang dimiliki oleh dinasti konglomerat asal Indonesia, keluarga Hartono (Djarum Group), ini dilaporkan telah menggelontorkan dana raksasa mencapai €342 juta (sekitar Rp6 triliun) hanya untuk berburu pemain baru di bursa transfer.
Menanggapi tudingan miring serta ancaman sanksi yang membayangi klubnya, Mirwan Suwarso tidak gentar sedikit pun dan langsung melempar kalimat menantang yang menggegerkan publik Serie A.
”Jika ingin denda, denda saja kami.”
Bedah Rincian Dana Gaib Milik Como
Sorotan tajam media Italia terhadap pengeluaran Como didasarkan pada grafik belanja mereka yang terus meroket secara masif dalam kurun waktu tiga musim terakhir.
Berikut adalah rincian bersih pengeluaran transfer Como:
Musim 2024/25: €110 juta
Musim 2025/26: €105 juta
Musim 2026/27: €127 juta
Baca Juga: Ruben Amorim Punya Taktik Baru Untuk Rabiot di Lini Tengah AC Milan?
Meskipun memicu kontroversi regulasi, suntikan dana tanpa seri tersebut terbukti sukses disulap untuk membangun kedalaman skuad mewah yang kompetitif. Saat ini, armada Como bertabur bintang-bintang kelas dunia dan talenta emas, mulai dari Nico Paz, Jesús Rodríguez, Baturina, Kühn, Addai, Perrone, Caqueret, Douvikas, Diao, Chalobah, hingga bomber tajam Alvaro Morata, serta deretan nama besar lainnya.
Dongeng Ajaib dari Serie D Menuju Zona Liga Champions
Kisah perjalanan Como di bawah kendali pemilik terkaya di Serie A ini memang terbilang sangat luar biasa bak dongeng modern. Ketika dibeli oleh keluarga Hartono pada tahun 2019 silam, kondisi Como sangat memprihatinkan dan berada jauh di bawah level tertinggi sepak bola Italia.
Baca Juga: Mike Maignan Memang Tak Cocok Bagi AC Milan? Ini Alasannya
Namun, hanya dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun, klub ini berhasil mengukir track record yang berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Mereka sukses merangkak naik dari kubangan kasta terendah Serie D, menembus Serie A, hingga saat ini secara fantastis mampu nangkring di zona papan atas Liga Champions.
Melihat kekuatan finansial yang nyaris tanpa batas serta konsistensi manajemen yang sangat rapi, bukan tidak mungkin Como akan segera menggeser dominasi klub-klub tradisional dan menjelma sebagai penguasa baru yang menakutkan di Serie A Italia.
Editor : M. Ainul Budi