Radar Jember - Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip terkait transfer permanen Ferran Torres.
Melansir laporan SPORT serta sejumlah sumber internal PSG, kepindahan penyerang asal Spanyol tersebut kini hanya tinggal menyelesaikan proses administrasi akhir.
PSG menyepakati nilai transfer sebesar 50 juta euro ditambah dana segar senilai 5 juta euro dalam bentuk bonus.
Angka ini membuat Blaugrana berpeluang besar mengantongi kembali hampir seluruh nilai investasi yang mereka kucurkan saat memboyong Torres dari Manchester City pada akhir 2021 lalu.
Proses negosiasi intensif bergulir usai PSG menunjukkan minat serius pada pemain berusia 26 tahun tersebut. Barcelona sejatinya masih membuka peluang untuk memperpanjang masa bakti Torres yang tersisa hingga 30 Juni 2027.
Namun, jeratan regulasi Financial Fair Play (FFP) menghambat manajemen untuk langsung menyodorkan draf kontrak baru. Di samping itu, pihak klub juga enggan menghalangi jalan pergi sang penyerang jika ada tawaran finansial yang cocok.
Sebelumnya, proposal awal yang diajukan Les Parisiens pada Senin waktu setempat sempat ditolak mentah-mentah oleh manajemen Barcelona. Tak menyerah, raksasa Prancis itu langsung menyodorkan penawaran yang lebih menggiurkan hingga akhirnya kedua pihak menemukan titik temu.
Tercapainya kesepakatan prinsip ini menandai bahwa proses transfer telah memasuki tahap pemungkas. Begitu seluruh dokumen kepindahan rampung diresmikan, Torres dipastikan bakal mengakhiri pengabdiannya bersama Barcelona.
Baca Juga: Punya Matras Yoga di Rumah? Jangan Hanya Disimpan, Ini Beragam Latihan yang Bisa Dilakukan
Faktor Pemicu Kepindahan ke Les Parisiens
Ketertarikan PSG terhadap Torres sebenarnya sudah berembus sejak ajang Piala Dunia. Sang pemain dikabarkan mantap menerima pinangan tersebut karena PSG bersedia memberinya peran utama di lini serang, bukan sekadar pelapis.
Sejak merapat dari Manchester City pada akhir 2021, Torres telah menyumbang 65 gol dalam 207 penampilan di Camp Nou serta mempersembahkan tiga trofi La Liga.
Rekam jejaknya di Timnas Spanyol juga tak kalah mengilap; ia mencetak satu gol krusial di Piala Dunia saat menjadi pelapis Mikel Oyarzabal—gol yang tercipta pada laga final melawan Argentina dan membawa Spanyol menang 1-0 via babak perpanjangan waktu.
Kendati menorehkan pencapaian yang impresif, Torres merasa kurang mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen Barcelona.
Dalam wawancaranya dengan media Amerika Serikat, ia sempat menyuarakan bahwa klub seharusnya menunjukkan komitmen nyata jika ingin menjadikannya pilar penting proyek masa depan.
Kenyamanan Torres kian terganggu saat Barcelona gencar berburu Julian Alvarez untuk diproyeksikan sebagai penerus Robert Lewandowski. Situasi ini menjadi salah satu faktor penentu yang membuat masa depannya di Camp Nou makin tidak pasti.
Baca Juga: Sepatu Running Terasa Makin Keras Setelah Lama Dipakai, Haruskah Diganti? Ini Penyebabnya
Opsi Alternatif Hansi Flick Pasca-Kepindahan Torres
Kehilangan Torres memaksa sang pelatih, Hansi Flick, untuk segera meramu skema baru di sektor penyerangan. Barcelona tak menutup opsi untuk mengoptimalkan amunisi yang sudah ada di dalam skuad.
Lamine Yamal dapat diplot menjalankan peran false nine, sementara Dani Olmo juga menjadi alternatif yang mumpuni. Selain itu, kehadiran Anthony Gordon dan Karim Adeyemi yang baru saja bergabung dipastikan memberi kedalaman taktis tambahan bagi Flick untuk mengisi pos yang ditinggalkan Ferran.
Editor : Imron Hidayatullahh