Radar Jember - Putra dari pelatih baru Timnas Prancis, Zinedine Zidane, Elyaz Zidane, sukses mencuri perhatian pada penampilan perdananya di pekan pembuka Ligue 2 Prancis.
Pemain muda tersebut memberikan kontribusi krusial dalam membawa timnya, Red Star, mengamankan kemenangan atas tamunya, Nantes.
Turun sebagai starter di lini pertahanan, pemain berusia awal dua puluhan ini menyuguhkan performa kokoh nan disiplin secara taktik.
Aksi gemilangnya makin sempurna usai ia mencatatkan assist penting lewat umpan sundulan akurat pada menit ke-66, yang dimaksimalkan oleh Kevin Cabral menjadi gol penentu kemenangan Red Star dalam ujian resmi pertama mereka musim ini.
Baca Juga: Kejutkan Bursa Transfer! Liverpool Resmi Angkut Ronald Araujo dari Barcelona, Ada Opsi Beli!
Pencarian Identitas Diri di Sepak Bola Prancis
Elyaz merapat ke skuad Red Star pada bursa transfer musim panas lalu usai diboyong dari klub Spanyol, Real Betis. Kepindahan ini menandai pengalaman perdananya mencicipi atmosfer kompetisi sepak bola Prancis.
Bek muda potensial tersebut mengawali kariernya di akademi ternama Real Madrid sebelum akhirnya hijrah ke Real Betis pada 2024. Selama membela Betis, menit bermainnya hanya terbatas di tim cadangan tanpa sempat merasakan tampil bersama tim utama.
Pilih Nama "Elyaz" di Jersey demi Hindari Beban Nama Besar Ayah
Dalam langkah penuh perhitungan untuk menghadapi tantangan kariernya, bek muda ini memutuskan mengenakan nomor punggung 15 dengan nama "Elyaz" di bagian punggung jersey, alih-alih memakai nama keluarga legendaris sang ayah.
Langkah ini diambil guna menghindar dari sorotan publik yang kerap mengintai keturunan keluarga Zidane.
Baca Juga: Dicoret dari Skuad Piala Dunia dan Dihujat Fans Madrid, Camavinga Ambil Keputusan Mengejutkan!
Surat kabar ternama Prancis, L'Équipe, menilai keputusan tersebut memiliki makna simbolis sekaligus praktis.
Langkah ini mencerminkan keinginan kuat Elyaz untuk mengukir jalurnya sendiri tanpa dibayang-bayangi perbandingan dengan sang ayah, sekaligus memberinya ruang bernapas dari tekanan media yang masif.
Strategi 'Tembok Kebisuan' Red Star
Manajemen Red Star yang bermarkas di kawasan Seine-Saint-Denis, utara Paris, menerapkan proteksi ketat guna melindungi pemain barunya dari keramaian media.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pelatih Damien Perrinelle sengaja tidak menyebut nama Zidane dalam konferensi pers terakhir. Ia lebih memilih membahas rekrutan lain seperti kiper Yannis Benchaouch untuk mengalihkan perhatian berlebihan terhadap Elyaz.
Pendekatan ini menjadi tameng pelindung demi menjaga privasi sang pemain di dalam maupun luar lapangan.
Baca Juga: Rahasia Musim 2013 Terbongkar! Mourinho Pernah Tolak Manchester United Gara-Gara Janji Ini!
Langkah ini memastikan fokus mental Elyaz tidak terganggu oleh tingginya rasa ingin tahu publik dan media, sehingga ia bisa berkonsentrasi penuh mengasah kemampuan serta beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya.
Awal yang Menjanjikan
Kendati masih minim pengalaman, penampilan impresif Elyaz pada laga debutnya memberikan sinyal masa depan yang cerah.
Bek muda ini mampu menunjukkan kematangan taktik dan rasa percaya diri yang melampaui usianya, menjadikannya salah satu talenta muda yang patut dipantau sepanjang musim Ligue 2 Prancis kali ini.
Editor : Imron Hidayatullahh