RADAR JEMBER - Lini Belakang Masih Jadi Titik Lemah Milan, Matteo Gabbia Jadi Sorotan. Analisis SempreMilan sebut lini belakang dan lini tengah AC Milan jadi titik lemah utama jelang musim baru ini. Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia jadi sorotan.
Di balik sejumlah catatan positif, laga uji coba AC Milan melawan Inter Milan di Perth turut menegaskan bahwa masih ada sejumlah area yang membutuhkan perkuatan sebelum Milan benar-benar siap menghadapi musim baru.
Level Teknis dan Kedisiplinan yang Mengecewakan
Kekhawatiran menyeruak di kalangan pendukung Rossoneri terkait kesiapan taktik tim saat ini.
Baca Juga: Luciano Spalletti Blak-Blakan Bongkar Kelemahan Skuad Juventus Usai Dibungkam Inter Milan
Secara umum, level teknis tim, mulai dari sentuhan pertama, ketenangan di bawah tekanan, hingga akurasi umpan, dinilai belum sepenuhnya mendukung gaya permainan berbasis penguasaan bola yang diusung Amorim.
Keteledoran barisan pertahanan dalam mengantisipasi serangan lawan langsung berakibat fatal. Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia disorot karena sama-sama kehilangan fokus saat momen terjadinya gol Inter, dengan keduanya gagal mengambil alih kendali bola yang melintas di area enam yard.
Lemahnya Transisi Bertahan Pemain Sayap
Kendati demikian, sorotan tajam tidak hanya mengarah pada duo palang pintu pertahanan AC Milan tersebut. Sektor bek sayap hasil modifikasi juga menunjukkan celah yang menganga.
Meski begitu, kedua bek tengah itu tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas gol tersebut, karena Samuel Chukwueze turut memperlihatkan sisi lemahnya sebagai bek sayap dalam fase bertahan.
Baca Juga: Ruben Amorim Belum Bisa Menang, AC Milan Dibantai Chelsea 0-3
Dia terlihat membiarkan Dimarco menyelesaikan peluang tanpa ada perlawanan berarti.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kerja keras Chukwueze dalam fase tracking back agar eksperimen posisi barunya bisa berjalan efektif.
Selain Chukwueze, Yunus Musah hanya mencatatkan kontribusi berarti lewat sepakan yang membentur tiang gawang dari peluang emas, sementara Alphadjo Cisse beberapa kali kehilangan penguasaan bola meski sempat mendapat ruang untuk menusuk.
Editor : M. Ainul Budi