RADAR JEMBER - Lorenzo Torriani menjalani momen penting dalam kariernya.
Kemarin, kiper 21 tahun itu melakoni derby pertamanya bersama tim senior AC Milan.
Memang statusnya hanya laga uji coba pramusim, namun bagi seorang penjaga gawang, setiap menit di lapangan punya arti berbeda.
Baca Juga: Pundit Italia Sebut Bintang Inter Milan Masih Kaku, Cuma Pemain Ini yang Tampil Edan
Torriani membuktikan dirinya siap. Penampilannya mencuri perhatian, terutama lewat penyelamatan krusial di menit ke-93 untuk mengamankan hasil Milan.
Ia menepis tembakan jarak jauh Hakan Calhanoglu, sebuah eksekusi berbahaya yang tidak mudah diantisipasi.
Performa Positif yang Terbentur Status Kiper Ketiga
Secara keseluruhan penampilannya positif. Masalahnya, ketika musim resmi dimulai, posisinya di atas kertas masih sebagai kiper ketiga Rossoneri.
Di usia 21 tahun, seorang kiper muda butuh menit bermain untuk berkembang. Posisi Mike Maignan sebagai kiper utama tentu tidak terganggu.
Baca Juga: Manu Kone Bukan Prioritas MU? Kemungkinan Tetap Stay di AS Roma
Terraciano adalah kiper kedua dan juga punya pengalaman besar, tapi anak ini terbuang kalau cuma jadi kiper ketiga.
Dilema Klasik Sepak Bola Italia
Situasi pelik ini memicu pertanyaan besar mengenai kelanjutan karier sang penjaga gawang berbakat di San Siro ke depannya.
"Lalu kapan giliran Torriani? Opsi yang masuk akal adalah memberinya kesempatan di Coppa Italia atau Liga Europa. Alternatif lain, meminjamkannya ke klub lain agar bisa bermain reguler. Karena menurut saya anak ini pantas dapat banyak kesempatan," ujar narasumber/analisis dalam artikel tersebut.
Kondisi ini menjadi cerminan nyata dari dilema klasik sepak bola Italia: talenta muda sering terhalang minimnya kesempatan.
Padahal Torriani sudah menunjukkan sinyal bahwa ia layak diberi kepercayaan lebih.
Editor : M. Ainul Budi