RADAR JEMBER - Luciano Spalletti memiliki pandangan berbeda mengenai kebutuhan Juventus di lini depan.
Pelatih Bianconeri tersebut tidak merasa harus memiliki satu striker yang mampu menjamin 20 gol dalam semusim.
Bagi Spalletti, kekuatan Juventus justru harus dibangun melalui kontribusi kolektif. Gol tidak boleh menjadi tanggung jawab eksklusif seorang penyerang tengah.
Baca Juga: Legenda Liverpool Ini Puji Strategi Transfer Manchester United, Ini Komentar Lengkapnya
“Saya pikir kami telah membeli pemain-pemain yang jika dijumlahkan akan mampu melampaui angka tersebut. Tidak penting memiliki satu pemain yang mencetak 20 gol,” ujar Spalletti.
Salah satu pemain yang disebut Spalletti adalah Randal Kolo Muani. Penyerang asal Prancis tersebut memang bukan tipe striker statis yang hanya menunggu bola di dalam kotak penalti.
Kolo Muani memiliki kemampuan bergerak, membuka ruang, sekaligus tetap memberikan ancaman ketika berada di area penalti.
Baca Juga: Dikepung Tawaran Klub Papan Atas, Gleison Bremer Tegaskan Sikap Saklek Bersama Juventus
Filosofi Spalletti cukup jelas: Juventus harus memiliki banyak sumber gol.
Gelandang, pemain sayap, hingga penyerang harus mengambil bagian dalam membangun ancaman ke gawang lawan. Dengan demikian, apabila salah satu pemain mengalami penurunan performa atau absen, produktivitas tim tidak langsung terpengaruh secara drastis.
Keikutsertaan Juventus di Europa League membuat Spalletti harus mempersiapkan skuad untuk jadwal yang padat.
Pertandingan pada Kamis dan Minggu akan membuat Juventus sulit menggunakan pemain yang sama secara terus-menerus.
Karena itu, kedalaman skuad menjadi sangat penting.
Editor : M. Ainul Budi