RADAR JEMBER – Pertandingan pramusim antara Chelsea dan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (8/8), diperkirakan tidak hanya menyajikan tontonan sepak bola kelas dunia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jakarta.
Kehadiran puluhan ribu suporter diprediksi akan meningkatkan okupansi hotel, penggunaan transportasi umum, hingga penjualan produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: RESMI! Pellegrini Perpanjang Kontrak Bersama AS Roma, Ini Rincian Kontraknya
Laga yang mempertemukan dua klub besar Eropa tersebut dipastikan menarik perhatian pendukung dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah penggemar bahkan telah merencanakan perjalanan ke Jakarta beberapa hari sebelum pertandingan berlangsung.
Kondisi ini diperkirakan mendorong peningkatan aktivitas di sektor perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata ibu kota.
Selain sektor pariwisata, pedagang makanan, penjual merchandise, hingga penyedia jasa transportasi diperkirakan turut merasakan dampak positif dari tingginya mobilitas suporter.
Pengalaman penyelenggaraan pertandingan internasional sebelumnya menunjukkan bahwa event olahraga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui peningkatan belanja masyarakat.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pernah menegaskan bahwa penyelenggaraan pertandingan internasional tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang luas.
Baca Juga: Bek Baru Juventus Ini Langsung Nyetel di Lini Belakang, Spalletti Senang?
"Event olahraga internasional memiliki multiplier effect terhadap ekonomi daerah, mulai dari sektor pariwisata, UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja," ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya pada 23 Juli 2026.
Selain keuntungan ekonomi, pertandingan Chelsea kontra AC Milan juga memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu menggelar pertandingan sepak bola berkelas internasional.
Kesuksesan penyelenggaraan laga ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menjadi destinasi tur pramusim klub-klub elite dunia pada masa mendatang.
Apabila antusiasme suporter mampu diimbangi dengan penyelenggaraan yang aman dan nyaman, laga Chelsea versus AC Milan bukan hanya menjadi pesta sepak bola, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kreatif dan sport tourism di Jakarta.
Penulis: Mochammad Feriel Alfaritzy
Editor : M. Ainul Budi