Grup Djarum Siap Kena Denda UEFA? Bos Como Pasang Badan Usai Belanja 100 Juta Euro Demi Liga Champions!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:47 WIB
Como 1907 menjadi sorotan pecinta bola Eropa setelah klub milik Grup Djarum ini lolos ke Liga Champions. (instagram/msuwarso)
Como 1907 menjadi sorotan pecinta bola Eropa setelah klub milik Grup Djarum ini lolos ke Liga Champions. (instagram/msuwarso)

Radar Jember - Kiprah Como 1907 kian menyita perhatian insan sepak bola Eropa usai klub kepunyaan Grup Djarum ini mengukir sejarah baru dengan mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA 2026/2027.

Sukses mengakhiri musim di posisi empat besar Serie A, klub di bawah komando Presiden Mirwan Suwarso tersebut kini menatap babak baru, baik dari segi teknis lapangan maupun manajemen.

Guna menjawab tantangan tersebut, Como tak sekadar belanja pemain di bursa transfer, melainkan juga merenovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia agar sesuai standar kelayakan UEFA.

Baca Juga: Adu Gengsi Pertaruhan Semifinal! Mampukah Timnas Indonesia Tumbangkan Vietnam Malam Ini?

Kebijakan investasi yang tergolong masif ini lantas memicu spekulasi terkait potensi pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).

Sikap Santai Mirwan Suwarso Menghadapi FFP UEFA

Aktivitas transfer Como yang agresif pada musim panas 2026 menjadi sorotan hangat media-media Italia. Klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut dilaporkan menggelontorkan dana lebih dari 100 juta Euro demi memanjakan sang pelatih, Cesc Fàbregas, dengan deretan amunisi baru.

Beberapa laporan memprediksi pengeluaran tersebut berisiko membuat Como melampaui ambang batas kerugian yang ditetapkan UEFA.

Walau demikian, Mirwan Suwarso menegaskan pihaknya sama sekali tidak gentar jika kelak dijatuhi sanksi administratif, sebab investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub.

Baca Juga: Transfer Eks Kapten AC Milan Ini Menggantung? Atalanta Siap Ambil Kesempatan

"Jika UEFA harus mendenda kami, silakan saja. Itu adalah bagian dari konsekuensi investasi yang kami lakukan," ujar Mirwan dikutip dari media Italia, Calcio Finanza.

Di balik belanja besar-besaran tersebut, Mirwan menjamin pengeluaran klub tetap terukur. Manajemen menerapkan strategi amortisasi kontrak pemain guna membagi beban biaya transfer selama durasi kontrak berlangsung.

Selain itu, stabilitas finansial klub bakal ditopang oleh diversifikasi aliran pendapatan baru, meliputi:

Percepatan Renovasi dan Konsep "Stadion Butik"

Sembari merombak skuad, Como mengebut renovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia, salah satunya dengan mengganti struktur scaffolding pada tribun sementara di belakang gawang menjadi tribun permanen sesuai standar UEFA.

Selama proyek berjalan, Como diperkirakan bakal mengungsi sementara ke stadion alternatif untuk menggelar beberapa laga kandang di pentas Eropa.

Baca Juga: Federico Chiesa Tolak Mentah-Mentah Atletico Madrid, Napoli dan AS Roma

Berbeda dari klub lain yang mengejar kapasitas raksasa, Como mengusung konsep stadion butik modern bernilai investasi sekitar 64 juta Euro dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton. Fokus utamanya terletak pada sajian pengalaman premium bagi pengunjung.

Area stadion nantinya dilengkapi fasilitas seperti:

Konsep ini dirancang untuk mengubah stadion menjadi destinasi wisata olahraga yang beroperasi aktif sepanjang tahun.

Ancaman Baru di Panggung Eropa

Dengan amunisi anyar serta skema permainan menyerang racikan Cesc Fàbregas, Como diprediksi mampu memberi kejutan di Liga Champions. Status sebagai tim debutan justru memberi keuntungan psikologis lantaran mereka tampil tanpa beban target juara.

Pengamat sepak bola Italia menilai filosofi permainan Como yang mengandalkan penguasaan bola tinggi, pressing intens, serta transisi cepat dapat menjadi ancaman nyata bagi tim-tim raksasa Eropa.

Baca Juga: Rumor Baru: Inter Milan Jajaki Winger Asal Prancis Ini

Transformasi Como 1907 memamerkan bagaimana perpaduan modal, inovasi bisnis, dan visi jangka panjang mampu mengubah tim eks-Serie D menjadi kekuatan baru yang disegani.

Didukung penuh oleh Grup Djarum, musim 2026/2027 menjadi arena pembuktian apakah modal besar dan strategi matang Como sanggup mengguncang panggung tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

Editor : Imron Hidayatullahh
liga eropa Como 1907 Liga Champions djarum