Terancam Sanksi FIFA! Selebrasi Kemenangan Argentina atas Inggris Ternoda Isu Politik Spanduk Falkland

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:25 WIB
Kericuhan para pemain Argentina dengan Spanyol di Final Piala Dunia 2026 (Tom Weller/picture alliance/Getty Images), Selebrasi Argentina dengan Spanduk Falklands. (MB Media/Getty Images)
Kericuhan para pemain Argentina dengan Spanyol di Final Piala Dunia 2026 (Tom Weller/picture alliance/Getty Images), Selebrasi Argentina dengan Spanduk Falklands. (MB Media/Getty Images)

Radar Jember - Kemenangan dramatis tim nasional Argentina atas Inggris dengan skor 2-1 di babak semifinal Piala Dunia 2026 mendadak berbuntut panjang.

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini berada dalam bidikan FIFA setelah para pemain Albiceleste tertangkap kamera membentangkan spanduk bernuansa politik saat merayakan keberhasilan mereka lolos ke partai puncak.

Pesta kelolosan tersebut ternoda oleh aksi beberapa pemain Argentina yang mengambil spanduk bertuliskan "Malvinas adalah milik Argentina".

Baca Juga: Kabar Mengejutkan datang Dari Ruang Redaksi Media Italia: Inter Milan Belum Ada Pendekatan ke Romero?

Gelandang Giovani Lo Celso bersama sejumlah rekannya membentangkan bendera tersebut ke arah pendukung, yang seketika memicu respons cepat dari otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Ancaman Sanksi Berat Menanti AFA

Melansir laporan media lokal Argentina, TN (Todo Noticias), Komite Disiplin FIFA telah mengonfirmasi pembukaan penyelidikan resmi terhadap AFA. Investigasi ini berfokus pada dugaan pelanggaran Pasal 13 Kode Disiplin FIFA yang melarang keras segala bentuk demonstrasi non-olahraga di area pertandingan.

Regulasi FIFA secara tegas melarang pameran slogan, simbol, atau pesan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk propaganda politik maupun geopolitik.

Jika terbukti melanggar, AFA berpotensi dijatuhi sanksi berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga denda finansial yang melampaui 15.000 dolar AS, bergantung pada tingkat keparahan insiden serta rekam jejak pelanggaran sebelumnya.

Baca Juga: Panen Cuan La Fabrica: Real Madrid Sepakati Kepindahan Gonzalo Garcia ke Fulham Senilai Rp1,3 Triliun

Dilema Pertanggungjawaban dan Potensi Hukuman Pemain

Tribunal Disiplin FIFA kini tengah mendalami tingkat keterlibatan federasi yang dipimpin Claudio Tapia tersebut. Penyelidik akan menilai apakah aksi itu murni tindakan spontan suporter atau ada unsur kelalaian dan pembiaran dari pihak institusi.

Meski begitu, kekhawatiran terbesar kubu Argentina saat ini adalah potensi sanksi perorangan bagi para pemain yang terlibat. Jika FIFA menilai para atlet secara aktif mempromosikan propaganda geopolitik, hukuman personal dipastikan bakal diperberat.

Sikap tegas FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino selama ini menerapkan prinsip tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap pesan-pesan politik di dalam lapangan hijau.

Preseden Kelam Hukuman Pesan Politik

Kasus ini langsung mengingatkan publik pada sejumlah preseden serupa di panggung internasional.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Chelsea Kunci Kesepakatan Pribadi dengan Murillo, Xabi Alonso Siap Guncang Bursa Transfer

Pada ajang Euro 2024, dua bintang Spanyol, Álvaro Morata dan Rodri Hernández, dijatuhi sanksi skorsing satu pertandingan oleh UEFA akibat menyanyikan yel-yel "Gibraltar adalah Spanyol" saat merayakan gelar juara usai mengalahkan Inggris.

Sebelumnya pada Piala Dunia 2018 di Rusia, FIFA juga menjatuhkan denda kepada dua pilar Swiss, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, setelah melakukan gestur tangan membentuk simbol elang berkepala dua khas Albania usai membobol gawang Serbia.

Langkah Hukum AFA Pertahankan Diri

Menghadapi proses hukum yang berjalan serba cepat, tim kuasa hukum AFA terus merapatkan barisan. Strategi utama pembelaan AFA difokuskan untuk membuktikan bahwa aksi selebrasi tersebut terjadi secara spontan dan di luar kendali manajemen tim guna meminimalisir potensi sanksi.

Baca Juga: Jelang Laga Melawan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, Komentator Vietnam Sebut Lebih Gentar Berhadapan dengan Thailand

Kini, publik sepak bola Argentina hanya bisa menanti keputusan akhir dari komisi disiplin FIFA—apakah kontroversi ini hanya berakhir dengan denda administratif, atau justru berbuntut sanksi larangan bertanding bagi para pilar utama mereka.

Editor : Imron Hidayatullahh
AFA FIFA piala dunia 2026 argentina