Radar Jember - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk kembali Roberto Mancini sebagai juru taktik Timnas Italia.
Penunjukan ini menandai periode kedua bagi pelatih berusia 61 tahun tersebut menakhodai Gli Azzurri, hanya sehari setelah pencalonan Andrea Pirlo kandas dan Paolo Maldini memutuskan mundur dari kursi Direktur Teknik FIGC.
Kursi kepelatihan Italia sebelumnya lowong usai Gennaro Gattuso mengakhiri masa tugasnya pada April 2026 akibat kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Baca Juga: Frattesi Ternyata Masih Dipantau Juventus, Inter Milan Berikan Respon Begini
Sebelumnya, nama Andrea Pirlo sempat mencuat sebagai kandidat terdepan. Namun, proses perundingan mendadak batal menyusul kontroversi keterkaitannya dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.
Presiden FIGC, Giovanni Malagò, kemudian mengonfirmasi bahwa pilihan akhir federasi mantap jatuh kepada Mancini.
"Saya percaya bahwa orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini," tegas Giovanni Malagò, dinukil dari BBC, Selasa (28/7/2026).
Di saat yang sama, Claudio Ranieri dipercaya mengemban jabatan Direktur Teknik menggantikan Paolo Maldini. Langkah pengunduran diri Maldini beserta penasihatnya, Leonardo, dipicu oleh keputusan FIGC yang batal menunjuk Pirlo.
Baca Juga: John Stones Dijadwalkan Tes Medis Besok di Inter Milan, Faktor Akanji Diyakini Jadi Penentu?
Jejak Rekam dan Prestasi Mancini
Roberto Mancini bukanlah figur baru bagi publik sepak bola Italia. Pada masa kepemimpinan pertamanya rentang 2018 hingga 2023, ia sukses mengantar Gli Azzurri meraih trofi Euro 2020 usai menumbangkan Inggris di laga puncak.
Di bawah kendalinya, Italia juga mengukir rekor fantastis berupa 37 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan, sebelum akhirnya ternoda oleh kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2022 akibat takluk dari Makedonia Utara di babak play-off.
Mancini kemudian memilih mundur pada Agustus 2023. Pasca-berpisah dari Italia, ia sempat membesut Timnas Arab Saudi sebelum akhirnya berlabuh ke klub asal Qatar, Al Sadd.
Di Al Sadd, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Bintang Qatar, meski harus gugur di perempat final Liga Champions AFC serta kandas di final Piala Qatar. Pengabdiannya di Al Sadd resmi berakhir pada Juni 2026.
Jauh sebelum berkiprah di level tim nasional, Mancini telah mengantongi rekam jejak panjang di tingkat klub. Ia merupakan sosok di balik gelar juara Liga Inggris Manchester City pada 2012, serta mengoleksi trofi Coppa Italia bersama Lazio dan Inter Milan, di samping raihan tiga Scudetto Serie A saat membesut Inter.
Baca Juga: Negosiasi Alot! Harga Rafael Leao Makin Susah, Kesepakatan Terancam Batal? AC Milan Merugi
Restrukturisasi Manajemen FIGC
Selain merilis nama pelatih baru, FIGC melakukan perombakan di jajaran manajemen tim nasional.
Penunjukan Claudio Ranieri—pelatih legendaris yang membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris 2015-2016—sebagai Direktur Teknik baru merupakan bagian dari proses restrukturisasi menyusul kepergian Maldini dan Leonardo.
Sebelum menetapkan Mancini, FIGC sebetulnya sempat menjajaki pendekatan kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, namun negosiasi tidak membuahkan hasil. Selama masa transisi pasca-kepergian Gattuso, skuad Garuda Italia sempat ditangani oleh juru taktik Italia U-21, Silvio Baldini.
Kini, Mancini langsung dihadapkan pada agenda persiapan Italia melakoni kompetisi UEFA Nations League.
Gli Azzurri dijadwalkan menjamu Belgia pada 25 September sebelum bertandang ke markas Turki tiga hari berselang. Dua laga tersebut bakal menjadi ujian perdana dalam era baru kepemimpinan Roberto Mancini.
Editor : Imron Hidayatullahh