Panas! Wasit Pinheiro Akhirnya Blak-blakan Momen Adu Mulut Bareng Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:22 WIB
Lionel Messi dengan wasit Joao Pinheiro. (Tyc Sports)
Lionel Messi dengan wasit Joao Pinheiro. (Tyc Sports)

Radar Jember – Pertandingan sengit babak perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Swiss menyisakan sederet kontroversi.

Wasit yang memimpin laga, Joao Pinheiro, akhirnya angkat bicara dan menjelaskan secara terperinci insiden viral dengan Lionel Messi, hingga alasannya mengganjar Breel Embolo dengan kartu merah.

Mengenai momen ketika sang kapten Tim Tango memintanya untuk saling menghormati di lapangan, Pinheiro menilai hal tersebut sebagai dinamika yang lumrah dalam pertandingan sepak bola tingkat tinggi. Menurutnya, tensi seperti itu bisa dialami oleh siapa saja.

Baca Juga: Polemik Piala Dunia 2026 Memanas: IFAB sebut Wasit Salah Ambil Keputusan, FIFA Justru Sebut Itu Langkah Adil!

"Situasi seperti itu wajar terjadi antarpemain. Di dunia sepak bola, dialog semacam ini biasa, apalagi kapten tim memang punya ruang lebih untuk berkomunikasi dan aturan baru mengizinkannya," ujar Pinheiro dalam wawancaranya bersama Canal 11 Portugal.

"Apa yang terjadi pada Messi juga bisa terjadi pada pemain lain. Tentu saja, karena dia Messi, sorotannya jadi lebih besar. Padahal itu proses alamiah. Wasit dan pemain saling bicara, terkadang ada perbedaan pendapat, tetapi tidak ada yang berlebihan," tambahnya.

Pinheiro juga menekankan bahwa mengendalikan pertandingan tidak selalu harus mengandalkan hukuman kartu.

"Entah itu Messi atau Cristiano Ronaldo, situasi seperti ini memang selalu dipandang berbeda oleh publik. Padahal, komunikasi seperti ini justru sehat. Wasit tidak perlu sedikit-sedikit mengeluarkan kartu kuning. Selama bisa bicara baik-baik, kita bisa saling memahami. Itu cuma insiden kecil di lapangan dan game terus berjalan," jelas Pinheiro meredam polemik.

Baca Juga: Swiss Kena Prank VAR Lawan Argentina, IFAB Akui Kartu Merah Embolo Murni Kesalahan Wasit!

Kontroversi Kartu Merah Breel Embolo

Selain ketegangan dengan Messi, laga yang berlangsung di Kansas City tersebut diwarnai keputusan drastis Pinheiro saat mengusir penyerang Swiss, Breel Embolo. Pinheiro pun membela keputusannya yang berawal dari intervensi video assistant referee (VAR).

"Awalnya, kami di lapangan melihat pemain Argentina melakukan pelanggaran yang layak diberi kartu kuning. Namun, VAR mengoreksi bahwa tidak ada pelanggaran, melainkan pemain lawan yang melakukan diving (simulasi). Setelah saya tinjau ulang di monitor, memang benar tidak ada pelanggaran dan terjadi simulasi. Akhirnya, itu berbuah kartu kuning kedua," ungkapnya.

"Sanksinya akan tetap sama meski itu baru kartu kuning pertama. Ini bagian dari perubahan yang diperkenalkan FIFA demi menjaga kualitas dan kejujuran permainan. Saya pribadi menilai dampaknya sangat positif bagi kepemimpinan wasit," tegas Pinheiro.

Perbedaan Pandangan Antara IFAB dan FIFA

Keputusan tersebut rupanya memicu silang pendapat antara dua badan pengatur sepak bola dunia. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menilai keputusan menganulir pelanggaran untuk memberikan kartu kuning akibat simulasi lewat VAR merupakan sebuah kekeliruan prosedur.

Melalui pernyataan resminya, IFAB menegaskan batasan protokol VAR: "Kartu kuning (peringatan) yang bukan merupakan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi kesalahan subjek pemain (salah identitas); pelanggaran itu sendiri tidak boleh ditinjau ulang atau diubah."

Baca Juga: Tergiur Proyek Raksasa Turki, Hakan Calhanoglu Bakal Tinggalkan Inter Milan?

Atas dasar aturan tertulis tersebut, IFAB menganggap kartu merah Embolo tidak tepat karena regulasi saat itu belum mencakup peninjauan simulasi. IFAB bahkan memutuskan menangguhkan perluasan aturan 'salah identitas' ini sampai studi mendalam dan penyusunan regulasi khusus selesai dilakukan.

Namun, FIFA bergerak cepat membela keputusan Pinheiro. FIFA menilai langkah sang wasit sudah sesuai dengan spirit of the game (semangat keadilan bertanding).

Dalam unggahannya di media sosial, FIFA juga menyinggung insiden serupa yang dialami pemain Paraguay, Miguel Almiron, saat bersua Amerika Serikat.

"Interpretasi FIFA mengenai ‘salah identitas’ telah diterapkan secara konsisten sepanjang gelaran Piala Dunia FIFA," tulis pernyataan resmi FIFA.

Baca Juga: Angin Segar Buat Setan Merah! Manchester United Dapat Kabar Positif Soal Kondisi Benjamin Sesko Jelang Musim Baru!

"Tindakan simulasi tidak boleh membuahkan sanksi disiplin bagi pemain lawan yang berujung pada kerugian besar, seperti kartu merah dari akumulasi kartu kuning atau larangan bertanding," lanjut rilis tersebut.

FIFA membantah adanya kesalahan teknis dalam laga tersebut dan menyatakan telah berkoordinasi dengan IFAB untuk memperbarui regulasi VAR ke depan agar tidak menimbulkan celah hukum.

Editor : Imron Hidayatullahh
IFAB polemik var FIFA piala dunia 2026 Lionel Messi