Swiss Kena Prank VAR Lawan Argentina, IFAB Akui Kartu Merah Embolo Murni Kesalahan Wasit!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:46 WIB
Breel Embolo melakukan protes keras kepada wasit setelah mendapatkan kartu merah. (Rico Brouwer/Soccrates/Getty Images)
Breel Embolo melakukan protes keras kepada wasit setelah mendapatkan kartu merah. (Rico Brouwer/Soccrates/Getty Images)

Radar Jember - Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan hangat menyusul kontroversi keputusan VAR saat menghadapi Swiss.

Kendati demikian, International Football Association Board (IFAB) akhirnya mengonfirmasi adanya kesalahan penerapan protokol VAR terkait kekeliruan identifikasi pemain dalam laga tersebut.

Insiden berawal ketika penyerang Swiss, Breel Embolo, diganjar kartu kuning kedua dalam pertarungan babak perempat final melawan Argentina.

Keputusan tersebut memicu gejolak, lantaran pelanggaran awal dan dugaan aksi simulasi merupakan dua peristiwa yang terpisah.

Baca Juga: Tergiur Proyek Raksasa Turki, Hakan Calhanoglu Bakal Tinggalkan Inter Milan?

Guna meredam polemik, IFAB memberikan klarifikasi resmi bahwa regulasi VAR sejatinya tidak dirancang untuk menjatuhkan sanksi pada aksi simulasi.

Pernyataan ini sekaligus menjawab protes keras kubu Swiss yang merasa dirugikan dalam laga yang berakhir bagi keunggulan Argentina.

Lewat surat edaran bertanggal 27 Juli, IFAB mempertegas batasan penggunaan aturan kekeliruan identitas pemain.

Badan pembuat regulasi sepak bola global tersebut menegaskan bahwa peninjauan VAR hanya diperbolehkan untuk mengoreksi sosok pemain yang keliru dihukum.

Baca Juga: Angin Segar Buat Setan Merah! Manchester United Dapat Kabar Positif Soal Kondisi Benjamin Sesko Jelang Musim Baru!

“Kartu kuning yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah.”

Ganjaran kartu bagi Embolo menjadi preseden utama misinterpretasi regulasi sepanjang Piala Dunia 2026.

Meski IFAB mengapresiasi respons positif atas pemberlakuan aturan secara umum, penggunaan protokol VAR untuk kasus simulasi dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kronologi bermula saat Embolo terlibat duel perebutan bola dengan Leandro Paredes di sektor tengah. Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro mulanya memutus pelanggaran untuk Paredes, sebelum akhirnya diintervensi oleh tim VAR.

Seusai mengamati tayangan ulang, sang pengadil membalikkan keputusan dan melayangkan kartu kuning kepada Embolo karena dinilai melakukan simulasi. Namun, revisi tersebut melangkahi wewenang VAR lantaran kedua pemain terlibat jenis pelanggaran yang tidak sejenis.

Baca Juga: Analis Taktik Buka Suara: Gaya Bermain Leao Bakal Jadi Bencana Buat Skema Amorim di AC Milan?

Pelatih Swiss, Murat Yakin, meluapkan kekecewaannya pascalaga. “Kami dihukum karena aturan yang menurut saya benar-benar tidak bisa dipahami,” tutur Yakin usai timnya tersingkir dramatis akibat gol masa perpanjangan waktu yang dilesakkan Julian Alvarez.

Langkah Argentina menuju babak final Piala Dunia 2026 memang sempat diterpa deretan spekulasi dan teori konspirasi.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan sempat mempertanyakan dugaan adanya 'keberpihakan' terhadap langkah Argentina di turnamen ini.

Meski begitu, keputusan resmi IFAB membuktikan bahwa muara masalah murni terletak pada kesalahan penafsiran aturan, bukan bentuk kecurangan atau pengaturan pertandingan.

IFAB berjanji akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap protokol VAR demi mencegah berulangnya insiden serupa.

Baca Juga: RESMI! Inter Milan Gandeng BBVA Jadi Sponsor Lengan Jersey Baru, Nilai Kontraknya Fantastis!

Di lain sisi, Argentina berhasil melenggang ke fase berikutnya di Piala Dunia 2026 usai melewati perlawanan sengit Swiss.

Kendati menyisakan kepahitan bagi lawan akibat kontroversi VAR, IFAB memastikan kekeliruan tersebut sepenuhnya bersumber dari kelalaian aplikasi regulasi di lapangan.

Editor : Imron Hidayatullahh
argentina vs swiss breel embolo IFAB piala dunia 2026 var