Radar Jember – Tepat sembilan hari setelah partai puncak Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Lionel Scaloni akhirnya memecahkan kesenyapan.
Setelah menerima gelombang dukungan tak henti-hentinya dari warga di tanah kelahirannya, Pujato, pelatih Timnas Argentina tersebut mengunggah sebuah surat emosional melalui akun media sosial pribadinya.
Ungkapan hati ini ia sampaikan pasca-kekalahan menyakitkan Albiceleste dari Spanyol.
Juru taktik yang masa depannya bersama tim nasional masih mengambang setelah Desember mendatang itu, merangkum rasa duka mendalamnya karena gagal mengulang kejayaan edisi sebelumnya.
"Maaf tidak bisa membawa pulang trofi Piala Dunia lagi untuk kalian," tulis Scaloni di akun Instagram pribadinya, sebuah unggahan yang dalam sekejap diserbu ratusan ribu reaksi dan pesan simpati dari para penggemar.
Dalam tulisan tersebut, pelatih asal Santa Fe ini menggambarkan pergulatan batin luar biasa yang ia alami pasca-laga final.
"Rasa sedih dan bahagia, tangisan dan ukiran senyum, serta rasa cemas dan ketenangan saling bertaut jadi satu," ungkapnya.
Baca Juga: Abaikan Kerusuhan Final! Bos FIFA Mendadak Puji Skuad Argentina Usai Kalah Dramatis dari Spanyol!
Scaloni juga memuji habis-habisan daya juang anak asuhnya, serta membocorkan bahwa ia selalu menyebut para pemainnya sebagai "para kesatria saya" saat berbincang dengan sang istri.
Sentilan Pedas untuk Pengkritik dan Sinyal Kontrak Baru
Salah satu bagian paling menyedot perhatian dari surat terbuka tersebut adalah sentilan menohok Scaloni yang ditujukan kepada para pengkritik tim nasional sepanjang turnamen berlangsung.
"Kemampuan bertahan dari guyuran air dingin (DARI ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGENAL KAMI)," tulis Scaloni menggunakan huruf kapital menegaskan betapa beratnya tekanan kritik tersebut.
Bagi sang pelatih, ketangguhan tim dalam melewati masa-masa sulit itulah yang menjadi "trofi sebenarnya".
Tak lupa, Scaloni menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pemain, staf kepelatihan, hingga seluruh staf AFA yang bekerja di balik layar.
Surat emosional itu diakhiri dengan sebuah kalimat filosofis yang langsung viral: "Siapa pun yang memiliki teman orang Argentina, ia memiliki sebuah harta karun."
Unggahan bernada perpisahan ini muncul tak lama setelah Scaloni pamitan dari kampung halamannya di Pujato, yang kembali memicu spekulasi liar mengenai kelanjutan kariernya.
Meskipun Scaloni belum mengonfirmasi apakah akan bertahan, masa baktinya di Timnas Argentina memang akan habis pada Desember mendatang.
Kendati demikian, pihak AFA dikabarkan tetap kukuh pada rencana awal untuk menyodorkan perpanjangan kontrak hingga 2030.
Editor : Imron Hidayatullahh